Museum Budaya Kutim Disiapkan Lebih Luas, Tak Hanya Angkat Sangkulirang-Mangkalihat
![]()
inspirasimedia.com, SANGATTA – Pengembangan museum budaya di Kutai Timur (Kutim) tidak hanya diarahkan untuk menampilkan informasi mengenai kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat.
Pemerintah daerah juga menyiapkan ruang untuk mengenalkan beragam budaya yang hidup di Kutim.
Karst Sangkulirang-Mangkalihat adalah terletak di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan membentang di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kutim dan Kabupaten Berau dengan luas sekitar 1,8 juta hektare.
Keunikan tempat itu memiliki tebing batu kapur yang curam dan menyimpan gua-gua purba. Ada juga lukisan cadas atau gambar tangan kuno di dalam gua.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Ilham mengatakan bahwa pihaknya rencana melakukan pengembangan dan akan memperluas isi yang selama ini ada di Galeri Budaya.
Galeri yang sudah ada sejak sekitar 2008 itu sebelumnya banyak berkaitan dengan hasil penelitian kawasan Gua Karst Sangkulirang-Mangkalihat.
Di dalamnya terdapat dokumentasi penelitian, foto, gambar, video hingga sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan cagar budaya.
Namun, ketika dikembangkan menjadi museum, cakupannya tidak hanya berhenti pada kawasan karst saja.
“Kalau museum itu kan nanti lebih luas. Tidak hanya Sangkulirang-Mangkalihat, tapi kearifan lokal kita, keragaman budaya kita, seni kita, aktivitas sosial masyarakat kita,” kata Ilham saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, perluasan cakupan tersebut penting agar museum nantinya dapat menggambarkan kebudayaan Kutim secara lebih menyeluruh.
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya datang untuk melihat informasi mengenai kawasan karst, tetapi juga dapat mengenal berbagai bentuk kebudayaan yang berkembang di Kutim.
Ilham menuturkan, pembangunan fisik museum diharapkan mulai dilakukan tahun ini. Tahap awal yang disiapkan berupa pematangan lahan di sekitar kawasan Jalan Soekarno-Hatta.
“Harapan kita tahun ini museum itu sudah mulai bisa melakukan pembangunan fisik, dalam hal ini nanti tahun ini kita akan melakukan pematangan lahan,” ujarnya.
Ia berharap, keberadaan museum nantinya memberikan ruang yang lebih representatif bagi pengelolaan kebudayaan di Kutim.
Selain menjadi tempat untuk mengenalkan budaya kepada masyarakat, fasilitas tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat dokumentasi berbagai kekayaan budaya daerah.
“Harapan kita nanti ke depan itu akan menjadi lebih representatif untuk mengangkat citra pengelolaan kebudayaan di Kabupaten Kutai Timur,” harap Ilham yang merupakan mantan Kabid SMP Disdikbud Kutim. (Ls/ADV)



Tinggalkan Balasan