Dari Sekolah hingga Komunitas Seni, Ini Peran Delapan Pamong Budaya Kutim

Media Redaksi Redaksi
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham (Foto: Dok: inspirasimedia.com)

Loading

inspirasimedia.com, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memiliki delapan pamong budaya yang dapat berperan dalam pendampingan pelaku seni maupun lembaga kebudayaan di daerah.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Ilham mengatakan, pamong budaya memiliki ruang kerja yang cukup luas. Mereka dapat turun langsung ke sekolah, lembaga seni maupun lembaga kebudayaan sesuai bidang yang dikuasai.

“Pamong budaya ini kalau perannya bagus, perannya aktif, bisa masuk ke sekolah-sekolah, bisa masuk ke lembaga seni, masuk ke lembaga kebudayaan,” kata Ilham.

Ilham mencontohkan, pamong budaya dapat membantu pelaku seni memahami tata kelola kelembagaan, menyusun proposal hingga kegiatan seni seperti teater.

Dari delapan pamong budaya yang tersedia, sebagian berasal dari formasi pamong budaya dan sebagian lainnya melalui proses penyetaraan jabatan.

Ilham menuturkan, kemampuan para pamong budaya tetap perlu dikembangkan agar dapat menjalankan tugas sesuai bidangnya. Penguatan itu dapat dilakukan melalui uji kompetensi, pelatihan maupun bimbingan teknis.

Ia berharap, kebutuhan pengembangan tersebut mendapat dukungan, termasuk anggaran untuk mengikuti uji kompetensi.

“Harapan saya selaku kepala bidang kebudayaan ke depan pamong budaya ini juga mendapatkan kucuran anggaran untuk bagaimana pamong budaya itu bisa melakukan uji kompetensi,” jelas Ilham.

Menurut Ilham, pamong budaya merupakan jabatan fungsional yang membutuhkan kemampuan sesuai bidang tugas. Kemampuan tersebut dibutuhkan ketika pamong budaya memberikan penjelasan maupun pendampingan kepada masyarakat.

Tidak hanya pengetahuan umum mengenai kebudayaan, pamong budaya juga membutuhkan kemampuan khusus sesuai bidangnya, seperti seni pertunjukan maupun bidang kebudayaan lainnya.

“Kita sebenarnya ada sumber daya manusianya. Bukan kita kekurangan dalam sisi kuantitas pegawai. Tetapi kita ingin meng-upgrade kemampuan pegawai tadi supaya bisa lebih baik, lebih berkinerja bagus,” pungkasnya. (Ls/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini