Tekan Kebocoran PAD, DPRD Samarinda Dorong Pemkot Susun Skema Pembagian Tarif Parkir yang Jelas

Loading

INSPIRASIMEDIA.COM, SAMARINDA – DPRD Samarinda mendukung inspeksi mendadak (sidak) yang kerap dilakukan Wali Kota Andi Harun sebagai upaya untuk menertibkan keberadaan juru parkir (jukir) liar.

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng menyebut langkah tersebut merupakan inisiatif yang baik untuk mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor parkir.

“Pengelolaan parkir seharusnya dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi PAD,” ujar Ronal, sapaan akrabnya.

Menurutnya, ketidakseimbangan dalam distribusi hasil tarif parkir perlu diperbaiki.

Pasalnya, jukir seringkali mendapatkan porsi yang lebih besar, sementara kontribusi ke kas daerah masih sangat minim.

“Jukir liar bisa mengumpulkan jutaan rupiah per hari, sementara yang masuk ke kas daerah tidak sampai Rp100 ribu,” ungkapnya.

Untuk itu, perlunya pengawasan yang ketat terhadap jukir.

Ia mengatak untuk mencatat pendapatan secara real time, teknologi digital perlu dimanfaatkan.

“Perbaikan dalam sistem pengelolaan parkir sangat diperlukan, baik dari segi transparansi maupun efisiensi,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mendorong Pemkot Samarinda untuk menyusun skema pembagian tarif parkir yang jelas.

Hal itu dilakukan agar kebocoran pendapatan dapat diminimalkan dan kontribusi parkir terhadap PAD dapat meningkat.

“Penting untuk memastikan adanya sistem bagi hasil yang jelas, misalnya dengan proporsi 60 persen untuk jukir dan 40 persen untuk kas daerah,” pungkasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini