Prihatin dengan Kegelisahan Tenaga Honorer, DPRD Samarinda Berharap Sistem Daftar Tunggu Jadi Solusi Jangka Panjang
![]()
INSPIRASIMEDIA.COM, SAMARINDA – Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Markaca menyampaikan keprihatinannya terhadap kegelisahan para tenaga honorer, khususnya yang telah lama mengabdi.
Pasalnya, banyak tenaga honorer yang tidak lolos seleksi PPPK.
Guna mengatasi persoalan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah memberlakukan sistem daftar tunggu bagi tenaga honorer yang tidak lolos seleksi PPPK tersebut.
Dengan sistem itu, tenaga honorer tetap bekerja di instansi lama, sambil menunggu posisi kosong jika ada yang PNS atau PPPK yang pensiun.
Markaca mengapresiasi sistem daftar tunggu bagi tenaga honorer tersebut.
Ia berharap sistem daftar tunggu ini dapat menjadi solusi jangka panjang sekaligus memberikan kepastian bagi tenaga honorer yang sudah lama mengabdi.
“Sistem daftar tunggu ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang sekaligus memberikan kepastian bagi tenaga honorer yang sudah lama mengabdi,” ujar Markaca.
Lebih lanjut, politisi Gerinda itu juga mengkritik kebijakan seleksi PPPK yang memungkinkan tenaga honorer lintas instansi, mendaftar di formasi berbeda tanpa mempertimbangkan keahlian spesifik.
Markaca menyebut, kebijakan itu berpotensi mengganggu kinerja pegawai di lingkungan pemerintahan.
Ia menegaskan, rekrutmen PPPK harus berlandaskan syarat administratif, kemampuan akademik, dan latar belakang pendidikan.
“Jika keahlian dengan posisi yang diisi tidak relevan, ini tentu akan berdampak negatif pada kinerja pegawai,” jelasnya.
Bukan hanya itu, Markaca juga menekankan pentingnya keberagaman usia dalam seleksi tenaga honorer.
Menurutnya, selain memperhatikan pengalaman, ide-ide segar dan kemampuan adaptasi yang cepat juga dibutuhkan.
“Yang tua dan senior itu tidak cukup. Kita juga butuh anak muda yang kreatif dan cepat tanggap,” pungkasnya. (Adv)



Tinggalkan Balasan