Stadion Segiri Diambil Alih Pemkot, DPRD Samarinda Ingatkan agar Biaya Operasional Tak Lebih Besar dari Pemasukan
![]()
INSPIRASIMEDIA.COM, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim menyoroti pengelolaan Stadion Segiri yang kini diambil alih Pemkot Samarinda.
Ia mengatakan, pengelolaan Stadion Segiri dapat menjadi peluang besar bagi pendapatan asli daerah (PAD).
Tidak hanya itu, keberadaan Stadion Segiri juga dinilai dapat berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Namun, Abdul Rohim mengingatkan agar operasional stadion tidak justru menjadi beban bagi Pemkot akibat ketidakseimbangan antara pemasukan dan biaya perawatan.
“Manfaatnya bisa dirasakan dari berbagai aspek, baik untuk olahraga maupun ekonomi masyarakat. Tapi kalau tidak dikelola dengan benar, biaya perawatannya bisa lebih besar dari pemasukan, dan ini yang harus diantisipasi sejak awal,” ujar Abdul Rohim.
Untuk itu, ia menekankan agar Stadion Segiri harus menjadi wadah yang produktif untuk mengembangkan bakat dan sumber daya manusia di Samarinda.
“Kita berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara optimal, baik dari segi sarana maupun pengembangan atlet lokal,” harapnya.
Diketahui, pengelolaan Stadion Segiri resmi berpindah tangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) ke Pemkot Samarinda.
Dengan demikian, stadion tersebut bakal menjadi kandang Borneo FC, klub sepak bola yang berbasis di Samarinda.
Serah terima pengelolaannya berlangsung setelah proses renovasi yang menelan anggaran Rp81 miliar rampung.
Renovasi yang berlangsung antara tahun 2023 hingga 2024 ini meningkatkan fasilitas stadion secara signifikan.
Hal ini termasuk penggantian struktur tribun barat, perbaikan lapangan sesuai dengan standar FIFA.
Kemudian, pemasangan kursi untuk 12.000 penonton, serta pembangunan ruangan-ruangan yang sesuai dengan standar Liga Indonesia.
Renovasi ini bertujuan agar Stadion Segiri bisa menjadi home base yang layak bagi Borneo FC. (adv)



Tinggalkan Balasan