Dari Ladang ke Sekolah, Ardiansyah Ajak Tambang Ikut Mengantar Harapan
![]()
Bengalon — Di tengah suasana syukur pascapanen padi gunung varietas mayas, Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman menyampaikan ajakan yang menyentuh akar persoalan pendidikan di desa terpencil. Ia mengundang perusahaan-perusahaan di sekitar Desa Persiapan Sekurau Atas, Kecamatan Bengalon, untuk berkontribusi dalam penyediaan transportasi sekolah bagi anak-anak yang harus menempuh jarak jauh ke sekolah dasar terdekat.
“Kami berharap perusahaan dapat membantu menyediakan angkutan sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Ini sangat berarti bagi kelancaran pendidikan dan masa depan anak-anak kita,” ujar Ardiansyah.
Ajakan tersebut disampaikan saat Ardiansyah berbincang langsung dengan warga dan anak-anak di lokasi panen seluas 30 hektare. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak bisa berjalan tanpa akses, dan akses tidak bisa hadir tanpa dukungan lintas sektor.
Menanggapi hal itu, Kepala Teknik Tambang PT Persada Inaka Kerta (PIK) Bengalon, Yohanes Didit atau Pak Yo, menyatakan kesiapan perusahaan untuk menjajaki dukungan transportasi sekolah sebagai bagian dari komitmen CSR.
“Kami memahami pentingnya akses pendidikan dan siap mendukung upaya ini. Kami percaya bahwa investasi terbaik adalah untuk pendidikan generasi muda,” ungkapnya.
Pak Yo juga berharap kolaborasi ini dapat mempererat hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat yang telah terjalin sejak PT PIK mulai beroperasi di Bengalon pada 2007. Tambang Perkasa Inakakerta yang dikelola PT PIK memproduksi sekitar 1–2 juta ton batubara sub-bituminus per tahun, dengan fasilitas pemuatan kapal berkapasitas hingga 4.000 ton per jam.
Di tengah operasi tambang yang masif, Ardiansyah mengingatkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan harus menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Salah satunya adalah akses pendidikan yang layak dan aman bagi anak-anak desa. Ia menyebut bahwa masa depan Kutim tidak hanya ditentukan oleh hasil tambang, tetapi juga oleh anak-anak yang bisa berangkat sekolah tanpa harus berjalan berjam-jam.
Dengan komitmen yang mulai terjalin antara pemerintah dan perusahaan, harapan baru tumbuh di Sekurau Atas. Dari ladang padi hingga ruang kelas, dari panen mayas hingga bus sekolah, Kutim menunjukkan bahwa pembangunan bisa dimulai dari hal sederhana: mengantar anak-anak menuju masa depan mereka.(ADV/ProkopimKutim/IM)



Tinggalkan Balasan