Kutim Menakar Capaian KLA, Menata Ulang Masa Depan Anak
![]()
Sangatta — Komitmen menjadikan Kutai Timur sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) terus diperkuat. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim menggelar rapat evaluasi Rencana Aksi Daerah (RAD) KLA Tahun 2025 di Ruang Rapat Bappeda Kutim. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan elemen masyarakat.
Sumadi dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Kalimantan Timur hadir sebagai narasumber, memberikan panduan dan wawasan strategis. Rapat dibuka oleh Purno Edi, Perencana Ahli Muda Bappeda, yang mewakili Ketua Gugus Tugas KLA Kutim.
Dalam sambutannya, Purno menekankan bahwa mempertahankan capaian KLA bukan perkara mudah. Ia mengingatkan pentingnya evaluasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor.
“Ketika kita sudah mendapat nilai baik, mempertahankannya justru yang lebih sulit. Ini menjadi tugas kita bersama, seluruh perangkat daerah, tanpa terkecuali,” tegasnya.
Plt Kepala DP3A Kutim, Rita Winarni, menjelaskan bahwa RAD KLA adalah dokumen strategis yang menjadi acuan pelaksanaan kebijakan perlindungan anak. Tujuannya adalah menjamin hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai harkat dan martabatnya sebagai manusia.
Evaluasi ini, lanjut Rita, tidak hanya mengukur capaian program, tetapi juga mengidentifikasi tantangan dan merumuskan rekomendasi perbaikan. Hasil evaluasi akan dituangkan dalam laporan yang menjadi dasar penyusunan anggaran dan kebijakan daerah terkait KLA.
Kutim sendiri telah menjalani evaluasi administratif mandiri dan verifikasi lapangan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Hasilnya, evaluasi mandiri mencatat angka 872,87 poin, sementara verifikasi administrasi oleh Pemprov Kaltim mencatat 816,40 poin dari total 1.000 poin.
Rita berharap forum ini menjadi ruang reflektif dan strategis untuk menilai capaian secara objektif, mengidentifikasi kekurangan, dan mengarahkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan anak-anak Kutim.
Dengan evaluasi yang menyeluruh dan komitmen yang diperkuat, cita-cita menjadikan Kutim sebagai Kabupaten Layak Anak bukan sekadar label administratif, tetapi wujud nyata dari keberpihakan terhadap masa depan generasi penerus. (ADV/ProkopimKutim/IM)



Tinggalkan Balasan