Kebijakan CSR KPC Hadirkan Taman Literasi, Posyandu Jadi Ruang Edukasi
![]()
Sangatta — Sebuah bangunan mungil berukuran 22,5 meter persegi di Gang Masjid, RT 15, Kelurahan Sangatta Utara, kini menjadi wajah baru kebijakan pembangunan berbasis komunitas. Posyandu Nusa Indah tidak lagi sekadar ruang layanan kesehatan, tetapi juga hadir sebagai Taman Literasi yang ramah anak, lengkap dengan rak buku dan sudut baca.
Fasilitas ini dibangun permanen oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bidang infrastruktur kesehatan. Kebijakan CSR tersebut menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga tentang membuka akses pendidikan nonformal bagi anak-anak sejak usia dini.
Dalam acara peresmian yang ditandai pemotongan pita, hadir sejumlah pemangku kepentingan. Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Kecamatan Sangatta Utara, Elysabeth Artikawati, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mendorong gerakan literasi.
“Penyediaan taman baca posyandu ini merupakan langkah kolaboratif. Tidak hanya membutuhkan kader yang aktif dan masyarakat yang antusias, tetapi juga dukungan dari perusahaan seperti KPC,” ujarnya.
Manager Community Empowerment KPC, Nanang Supriyadi, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pencegahan stunting sekaligus peningkatan mutu pendidikan anak.
“Dalam lima tahun terakhir, KPC telah membangun 18 posyandu di wilayah operasional. Kini, taman baca ini melengkapi fungsinya,” jelasnya.
Nanang menegaskan bahwa keberadaan taman baca memungkinkan anak-anak memperoleh akses bahan bacaan secara lebih mudah dan terarah.
“Ini langkah kecil, tapi berdampak besar bagi masa depan Kutai Timur. Anak-anak tidak hanya tumbuh sehat secara fisik, tetapi juga cerdas secara intelektual,” tegasnya.
Taman Baca Posyandu Nusa Indah kini menjadi ruang hidup baru bagi anak-anak untuk mengenal huruf, cerita, dan imajinasi. Kebijakan CSR KPC melalui tujuh program prioritasnya menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya jalan dan jembatan, tetapi juga jendela masa depan lewat buku-buku di sudut posyandu. (ADV/ProkopimKutim/IM)



Tinggalkan Balasan