Sport Science Jadi Peta Jalan Baru, Kutim Siap Lahirkan Atlet Unggulan

Kutai Timur kini memiliki peta jalan baru pembinaan atlet. Riset sport science yang digagas FKIP–DIKTI Unmul dengan dukungan penuh Bupati Kutim menjadi langkah strategis untuk melahirkan generasi atlet berprestasi dari daerah menuju panggung nasional.
Media Redaksi Redaksi

Loading

Sangatta — Rencana besar penguatan riset sport science yang diinisiasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Universitas Mulawarman (Unmul) resmi memasuki tahap lapangan di Kutai Timur (Kutim). Setelah audiensi dengan Bupati Kutim pada Juli lalu, tim riset kini turun langsung melakukan pemetaan bibit atlet usia dini.

Ketua Tim Riset FKIP–DIKTI Unmul, Muhammad Ramli, menyebut riset awal di GOR Kudungga pertengahan Juli lalu telah menghasilkan data penting terkait potensi atlet muda dari sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama.

“Kami berhasil mengidentifikasi sejumlah siswa dengan kemampuan fisik dan bakat olahraga menonjol. Data ini sedang dianalisis untuk dijadikan dasar pembinaan lebih lanjut, termasuk kemungkinan dibentuknya kelas khusus olahraga di tingkat SD dan SMP,” jelasnya.

Ramli menambahkan, pihaknya tengah memperjuangkan jalur khusus bagi siswa berprestasi olahraga dari Kutim agar bisa masuk FKIP Unmul tanpa tes, sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pengembangan atlet daerah.

Kadispora Kutim, Basuki Isnawan, menegaskan riset sport science ini penting untuk melengkapi pembinaan olahraga yang sudah dijalankan pemerintah daerah selama empat tahun terakhir. “Selama ini kita rutin menggelar turnamen antar pelajar maupun open tournament. Dengan pendekatan ilmiah, program pembinaan bisa lebih tepat sasaran dan bakat atlet tidak hilang begitu saja,” katanya.

Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman kembali menegaskan dukungannya. Menurutnya, riset ini selaras dengan program Pemkab Kutim yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia, termasuk di bidang olahraga.

“Kutim punya mimpi melahirkan atlet nasional, bahkan internasional. Karena itu, riset ini akan sangat membantu memperkuat sistem pembinaan, apalagi kami juga sedang membangun stadion mini di tiap kecamatan untuk pusat latihan,” ujarnya.

Dengan sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia pendidikan, Kutim berharap memiliki peta jalan pembinaan atlet yang lebih terukur. Riset sport science ini bukan hanya tentang data, tetapi juga komitmen jangka panjang untuk mencetak prestasi olahraga dari daerah menuju panggung nasional. (ADV/ProkopimKutim/IM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini