Corpu ASN Diluncurkan, Kutim Bangun Birokrasi Belajar dan Bertalenta
![]()
Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus menegaskan komitmennya dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berbasis kompetensi. Langkah strategis ini ditandai dengan peluncuran Sistem Manajemen Talenta dan Corporate University (Corpu) ASN Kutim.
Kegiatan bertajuk “Sosialisasi Manajemen Talenta dan Launching Corporate University ASN Kutim” tersebut menjadi titik awal transformasi paradigma pengelolaan aparatur—dari sistem administratif menuju manajemen sumber daya manusia berbasis data, merit, dan pembelajaran berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) memiliki peran vital dalam menentukan arah pembangunan daerah. Namun, agar berdampak nyata, setiap ASN harus dikembangkan sesuai kompetensinya.
“ASN memegang peran strategis dalam pembangunan. Tapi agar benar-benar berdampak, mereka harus dikembangkan sesuai kompetensi. Sistem merit menuntut kita menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat,” tegas Ardiansyah.
Menurutnya, pemetaan talenta ASN yang kini sedang dijalankan Pemkab Kutim bukan sekadar formalitas birokrasi, tetapi langkah strategis untuk memastikan kesesuaian antara potensi individu dan kebutuhan organisasi.
“Untuk mendorong ASN yang mampu membawa perubahan positif, kompeten, dan berintegritas tinggi, kita harus mulai dari peta talenta. Tanpa itu, birokrasi hanya berputar di tempat,” ujarnya.
Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, uji kompetensi ASN kini dilakukan secara rutin setiap dua hingga tiga tahun. Proses ini menjadi bagian penting dari sistem penataan karier, promosi, serta pengembangan kapasitas aparatur secara terukur.
Sementara itu, Corporate University (Corpu) yang diluncurkan bersamaan dengan kegiatan ini merupakan bentuk inovasi pembelajaran digital ASN Kutim. Bupati menjelaskan bahwa Corpu bukan lembaga akademik, melainkan ekosistem belajar yang menghubungkan kebutuhan kompetensi ASN dengan visi pembangunan daerah dan kebijakan nasional.
“Corpu adalah komitmen kita untuk terus mendorong ASN Kutim belajar dan berkembang. Di era digital, cara kerja pun berubah. Belajar harus fleksibel, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan riil,” terang Ardiansyah.
Melalui Corpu, ASN Kutim akan dapat mengakses pelatihan dan peningkatan kapasitas secara daring dan berkelanjutan. Dengan demikian, terbentuk budaya belajar baru di lingkungan birokrasi—yang tidak hanya responsif terhadap perubahan, tetapi juga proaktif menciptakan inovasi.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung tantangan ekonomi nasional dan kebijakan efisiensi fiskal pemerintah pusat yang berdampak pada daerah. “Bahkan di Kutim, kita masih berkutat dengan realokasi anggaran. Tapi kegiatan pembangunan tetap harus jalan. Karena itu, penguatan kapasitas ASN jadi kunci agar pelayanan publik tetap optimal,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam penggunaan sistem digital seperti e-Kinerja, agar tidak disalahgunakan.
“Teknologi adalah alat bantu, bukan alasan. Jangan sampai sistem digital justru dijadikan tameng untuk menutupi kinerja yang tidak sesuai. ASN harus jujur dalam bekerja,” tegasnya.
Sebelumnya, Kabid Pengembangan Kompetensi BKPSDM Kutim, Mirza Wahyudi, yang mewakili Kepala BKPSDM Misliansyah, menyampaikan bahwa peluncuran sistem manajemen talenta dan Corpu ASN merupakan wujud nyata transformasi pengelolaan aparatur di Kutim.
“Dengan pemetaan talenta dan Corpu, arah pengembangan kompetensi ASN akan lebih terstruktur, objektif, dan responsif terhadap perubahan. Ini penting untuk mendukung tercapainya target pembangunan daerah,” jelas Mirza.
Kegiatan ini diikuti 170 peserta yang terdiri dari pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, fungsional, serta pengelola kepegawaian dari seluruh perangkat daerah. Acara ditutup dengan testimoni dari perwakilan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menekankan pentingnya harmonisasi strategi pengembangan ASN daerah dengan kebijakan nasional.
Langkah ini menandai era baru birokrasi Kutai Timur—yang tidak lagi bertumpu pada senioritas, tetapi pada kompetensi, integritas, dan kinerja nyata. ASN Kutim kini dituntut bukan sekadar menjadi pelaksana, tetapi juga pemikir strategis, inovator layanan, dan penggerak perubahan. “Aksi perubahan bukan sekadar slogan. ASN adalah motor utama visi-misi pemerintahan,” pungkas Bupati Ardiansyah. (ADV/ProkopimKutim/IM)



Tinggalkan Balasan