Pengelolaan Zakat Berdampak dan Transparan, Baznas Kutim Jadi Rujukan Nasional

Dari Sangatta, tata kelola zakat Kutim dipuji sebagai teladan. Transparansi dan dampak sosial menjadikan daerah ini rujukan pengelolaan zakat di Kalimantan Timur.
Media Redaksi Redaksi

Loading

Sangatta – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini menjadi sorotan positif dalam pengelolaan zakat di Kalimantan Timur. Dalam forum koordinasi Baznas se-Kaltim yang digelar di Sangatta, Kutim disebut sebagai contoh ideal bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara profesional, transparan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan umat.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa tata kelola zakat yang terencana mampu menjadi instrumen sosial-ekonomi yang efektif, sekaligus memperkuat peran umat dalam membangun kemandirian masyarakat.

Rakor yang berlangsung sejak akhir pekan itu mengangkat tema besar “Memperkuat BAZNAS di Kalimantan Timur dalam Mendukung Asta Cita, Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas.”

Dalam sambutan penutupan, Ketua Dewan Pengawas Baznas Kaltim Mohammad Jauhar Efendi menekankan pentingnya kepercayaan antara Baznas dan masyarakat.

“Kepercayaan publik adalah kunci. Tanpa itu, masyarakat tidak akan mau menyerahkan zakatnya. Maka, jaga dan tingkatkan terus kepercayaan ini,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan evaluasi rutin terhadap penerima manfaat untuk memastikan zakat yang disalurkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Menariknya, Jauhar secara terbuka menyarankan agar Baznas kabupaten/kota se-Kaltim melakukan studi tiru langsung ke Kutim.

“Sistem penerimaan dan penyalurannya di sini sudah sangat baik, profesional. Jadi, kalau mau belajar, cukup ke Kutim,” tambahnya.

Baznas Kutim memang mencatat kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penggunaan sistem digital untuk transparansi dan akurasi penyaluran.

Senada dengan itu, Ketua Baznas Provinsi Kaltim Ahmad Nabhan menekankan pentingnya penguatan manajemen berbasis teknologi informasi. “Manajemen IT yang lemah bisa menjadi celah kegagalan secara keseluruhan,” tegasnya. Ia juga mengingatkan agar seluruh program strategis benar-benar diimplementasikan, sesuai pesan Gubernur Kaltim dan Baznas RI.

“Mitra strategis Baznas itu mulai dari pemerintah daerah hingga pusat. Jadi seluruh program kerja, baik jangka pendek maupun jangka panjang, harus dibangun atas dasar sinergi,” tandas Nabhan.

Rakor ini menghadirkan sejumlah pembicara nasional, termasuk Muhammad Nadratuzzaman Husein dan Muhammad Mahrus dari Baznas RI, serta Bambang Saputra dari Baznas Kaltim. Forum ini bukan hanya teknis, tetapi juga momentum afirmasi bahwa kebaikan sosial bisa dikelola secara sistematis dan berdampak luas.

Dari Sangatta, secercah cahaya tentang tata kelola zakat yang amanah dan berdaya tumbuh kini menjadi teladan. Kutim menunjukkan bahwa pengelolaan sosial di daerah bisa menjadi standar baru, bukan hanya untuk Kaltim, tetapi juga untuk Indonesia. (ADV/ProkopimKutim/IM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini