1.000 Rumah Layak Jadi Target, Kutim Dorong Pemerataan Hunian yang Manusiawi

Program PRO PADA RUTILAHU hadir sebagai jawaban nyata Pemkab Kutim atas kebutuhan hunian warga miskin. Bukan sekadar membangun rumah, tapi mengembalikan martabat dan rasa aman yang layak mereka miliki.
Media Redaksi Redaksi

Loading

Sangatta – Di Kutai Timur (Kutim), rumah bukan sekadar bangunan berdinding kayu dan beratap seng, melainkan simbol martabat dan harapan hidup yang lebih baik. Sayangnya, masih banyak keluarga di pelosok yang harus bertahan di rumah tak layak huni dengan dinding rapuh, atap bocor, dan lantai tanah. Menyadari hal itu, Pemerintah Kabupaten Kutim meluncurkan Program Terpadu Pembangunan dan Peningkatan Rumah Tidak Layak Huni (PRO PADA RUTILAHU) sebagai bagian dari 50 program unggulan Kutai Timur Hebat.

Program ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah menjawab kebutuhan dasar masyarakat berpenghasilan rendah, dengan target membangun 1.000 rumah layak huni yang bukan hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan martabat warganya.

“Program ini menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama mereka yang tinggal di rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan huni,” jelas Mohammad Noor, Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kutim, mewakili Kepala Dinas Ahmad Iip Makrup.

PRO PADA RUTILAHU digerakkan dengan pendekatan terpadu dan kolaboratif. Dari pemerintah desa, kecamatan, hingga ke kelompok kerja perumahan dan kawasan permukiman (Pokja PKP), seluruh pemangku kepentingan dilibatkan. Pendataan dilakukan hingga ke tingkat RT, memastikan program ini menjangkau warga yang memang membutuhkan. Tak ada ruang bagi tebak-tebakan atau politisasi data.

“Sejak diluncurkan, program ini sudah memberikan solusi pendataan yang komprehensif. Ini bukan hanya soal membangun rumah baru, tapi memastikan bahwa pembangunan berjalan tepat sasaran dan berdampak nyata,” lanjut Mohammad Noor yang karib disapa Haji Ahmad.

Selaras dengan Renstra perubahan 2021–2026, PRO PADA RUTILAHU menempatkan diri sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka menengah Kutim. Ia tak hanya mendukung program kabupaten, tetapi juga relevan dengan agenda pembangunan nasional.

Dengan keterlibatan lintas sektor dan semangat keberlanjutan, program ini bukan sekadar proyek satu-dua tahun. Ia adalah investasi jangka panjang dalam menata ruang hidup warga miskin, yang selama ini berada di pinggir pembangunan. Di balik batu bata yang ditumpuk, ada ikhtiar pemerintah menjawab ketimpangan.

“Pelaksanaan PRO PADA RUTILAHU diharapkan dapat mendorong percepatan penanganan kemiskinan, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kutai Timur,” tutupnya.

Di tanah yang dahulu penuh cerita rumah reyot dan dinding bolong, kini harapan itu berdiri tegak. Mungkin tak mewah, tapi cukup untuk menyebutnya rumah. Rumah yang benar-benar layak disebut tempat tinggal.(ADV/ProkopimKutim/IM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini