Tanda Kehormatan Presiden bagi Para Penjaga Birokrasi Kutim

Di ruang pertemuan Pemkab Kutai Timur, suasana haru dan bangga tak terbendung. Sebanyak 200 ASN berdiri menyimak momen penting ketika Satyalancana Karya Satya disematkan sebagai bentuk penghormatan negara atas pengabdian panjang mereka dalam menjaga roda pelayanan publik.
Media Redaksi Redaksi

Loading

SANGATTA — Penyematan Satyalancana Karya Satya tahun 2025 menjadi momentum istimewa bagi aparatur sipil negara di Kutai Timur. Penghargaan yang diberikan Presiden RI itu diterima oleh ASN dengan masa bakti 10, 20, dan 30 tahun. Prosesi penyematan dilakukan langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di hadapan Forkopimda, kepala perangkat daerah, dan undangan yang hadir.

Dalam arahannya, Ardiansyah menegaskan bahwa Satyalancana Karya Satya merupakan bentuk penghormatan negara atas rekam jejak kerja tanpa cela. Ia menekankan bahwa penghargaan tersebut merepresentasikan nilai integritas, loyalitas, dan profesionalisme yang menjadi landasan etika aparatur pemerintahan.

“Penghargaan ini pengingat bagi kita semua tentang pentingnya integritas, loyalitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” ujar Ardiansyah dengan penekanan kuat.

Ia berharap penghargaan itu menjadi pemantik semangat untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Semoga penghargaan ini memotivasi seluruh ASN untuk berkinerja lebih baik dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kutai Timur,” tuturnya.

Ardiansyah menyampaikan apresiasi berbeda bagi penerima Satyalancana sesuai masa pengabdian. Untuk 10 tahun, ia menyebutnya sebagai fondasi perjalanan panjang. Untuk 20 tahun, simbol keuletan dan tanggung jawab. Adapun untuk 30 tahun, ia memberikan penghormatan tertinggi.

“Tiga dekade adalah perjalanan penuh tantangan dan pengorbanan. Saudara bukan hanya saksi pembangunan, tetapi pelakunya,” ungkapnya.

Bupati menegaskan bahwa ASN adalah pilar birokrasi dan ujung tombak pelayanan. Karena itu, Satyalancana Karya Satya harus dimaknai sebagai dorongan moral untuk memperkuat etos kerja dan menjaga martabat profesi.

“Semangat pengabdian ASN sangat dibutuhkan untuk mewujudkan visi pembangunan daerah: Terwujudnya Kutai Timur yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing,” ujarnya.

Ardiansyah menutup sambutan dengan pesan kuat tentang tanggung jawab moral. Ia mengingatkan bahwa penghargaan yang diterima bukan titik akhir, tetapi awal perjalanan baru untuk mengukuhkan keteladanan bagi birokrasi masa depan.

“Dengan semangat kebersamaan, mari kita melangkah maju, memperkuat sinergi, dan memberikan yang terbaik bagi Kutai Timur tercinta,” katanya disambut tepuk tangan panjang.

Penganugerahan Satyalancana Karya Satya tahun ini menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati tidak selalu tampak dalam sorotan publik. Ia bekerja dalam diam, meninggalkan jejak yang kuat bagi pembangunan daerah. (ADV/ProkopimKutim/IM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini