Pasar Eropa Jatuh Hati pada Kakao dan Nanas Kutim
![]()
SANGATTA — Peluang besar terbuka bagi sektor pertanian dan UMKM di Kutai Timur. Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berhasil menjalin kerja sama pemasaran komoditas kakao dan nanas ke sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, Prancis dan Turki. Momentum ini menjadi langkah signifikan menuju peningkatan ekspor daerah dan penguatan kesejahteraan petani.
Kolaborasi tersebut terwujud berkat sinergi Dinas Koperasi UKM Kutim, GENRPO Kalimantan Timur, serta ID SEED (Indonesia Diaspora Pemberdayaan & Pengembangan Ekspor UKM–IKM). Kerja sama lintas lembaga ini membuka akses distribusi yang lebih luas sekaligus memperkuat jejaring pemasaran internasional.
“Kakao dan nanas asal Kutai Timur memiliki kualitas yang sangat baik. Melalui kemitraan dengan ID SEED, kami optimis produk lokal kita mampu bersaing di pasar global dan memberikan nilai tambah bagi petani serta pelaku UMKM,” tutur Kepala Dinas Koperasi UKM Kutim, Teguh Budi Santoso.
Teguh juga mengungkapkan bahwa peluang kemitraan terbuka bersama Pipiltin Cocoa, produsen cokelat premium Indonesia yang berminat terhadap kakao fermentasi Kutim. Pembahasan lanjutan akan digelar untuk mewujudkan kerja sama komersial yang lebih konkret.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal penjualan, tapi tentang membangun rantai pasok yang berkelanjutan dan memperkuat branding komoditas unggulan Kutim,” jelasnya.
Peluang ekspor kakao dan nanas Kutim sejalan dengan tren permintaan global terhadap produk pangan berkualitas. Data Kementerian Perdagangan mencatat Eropa sebagai salah satu pasar cokelat terbesar di dunia, dengan konsumsi mencapai sekitar 45 persen dari total konsumsi global. Hal tersebut membuka ruang pertumbuhan yang sangat potensial bagi kakao Indonesia, termasuk Kutai Timur.
Capaian ini menegaskan posisi Kutim sebagai daerah yang memiliki keunggulan komparatif di sektor pertanian. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi lokomotif penguatan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan dan wadah tumbuhnya UMKM ekspor di masa mendatang.
Kutim telah memulai langkah panjang menuju kemandirian ekonomi berbasis kualitas. Pasar Eropa kini bukan lagi mimpi jauh, tetapi pintu yang mulai terbuka bagi buah kebun dan keringat petani lokal.(ADV/ProkopimKutim/IM)



Tinggalkan Balasan