Menjaga Jejak Sejarah, Arsiparis Kutim Diberi Penghargaan

Arsip bukan sekadar dokumen yang tersimpan di rak penyimpanan. Ia adalah memori kolektif yang merekam perjalanan sejarah sebuah daerah. Kesadaran itulah yang dirayakan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur saat menyerahkan penghargaan Arsiparis Teladan Tahun 2025.
Media Redaksi Redaksi

Loading

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) memberikan penghargaan kepada para arsiparis berprestasi dalam ajang Arsiparis Teladan 2025. Penyerahan penghargaan berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Kutim, sebagai bentuk apresiasi atas profesionalisme dan dedikasi para pegiat kearsipan dalam menjaga jejak dokumentasi pembangunan daerah.

Tahun ini, sebanyak 30 peserta mengikuti proses pemilihan Arsiparis Teladan, terdiri atas 18 peserta kategori keahlian dan 12 peserta kategori keterampilan yang berasal dari berbagai perangkat daerah dan kecamatan. Mereka menjalani rangkaian seleksi yang ketat, mulai dari verifikasi administrasi, ujian tertulis, wawancara, presentasi, praktik kerja, hingga penyusunan laporan kinerja selama satu tahun terakhir.

Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis kearsipan, tetapi juga integritas, kedisiplinan, serta penerapan core values ASN BerAKHLAK (Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif).

Pada kategori keahlian, Juara 1 diraih oleh Sardiana dari Dinas Lingkungan Hidup, Juara 2 oleh Auriza Prima Akbar dari Dinas Pariwisata, dan Juara 3 oleh Annisa Safitri dari BPKAD. Sementara kategori keterampilan menempatkan Astuti sebagai Juara 1, disusul Nurul Hidawati sebagai Juara 2 dan Mega Yustia sebagai Juara 3, ketiganya dari Dispusip Kutim.

Auriza Prima Akbar, salah satu penerima penghargaan, menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian tersebut.

“Menjadi Arsiparis Teladan tahun ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Penghargaan ini memotivasi saya untuk terus berinovasi dan memperkuat kinerja kearsipan di instansi tempat saya bekerja,” ungkapnya.

Ia berharap penghargaan ini mendorong peningkatan profesionalitas arsiparis di Kutai Timur. “Arsip adalah memori kolektif bangsa. Melalui pengelolaan arsip yang baik, kita menjaga sejarah Kutim untuk generasi berikutnya,” tambahnya.

Melalui ajang ini, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap profesi arsiparis semakin mendapat ruang penghargaan dan menjadi kekuatan penting dalam tata kelola pemerintahan. Ajang ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran, inovasi, dan motivasi bagi seluruh arsiparis untuk terus menjaga integritas dan memperkuat sistem kearsipan daerah.

Mengelola arsip berarti merawat ingatan. Dan tanpa ingatan yang dijaga, sejarah mudah terhapus. (ADV/ProkopimKutim/IM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini