Gema Prestasi dari Palembang, ASN Kutim Ikut Mengangkat Nama Daerah
![]()
PALEMBANG — Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri XVII menjadi ajang pembuktian kemampuan aparatur sipil negara dalam meraih prestasi sekaligus memperkuat soliditas nasional. Kontingen Kaltim kembali mengangkat nama daerah dengan finis di posisi sembilan besar nasional setelah meraih dua medali emas, tiga perak dan empat perunggu. Torehan ini menempatkan Kaltim sebagai provinsi terbaik di antara seluruh kontingen dari wilayah Kalimantan.
Kontribusi Kutai Timur (Kutim) turut mewarnai keberhasilan itu. Atlet dan pelatih asal Kutim menjadi bagian penting dalam tim yang tampil solid di sejumlah cabang olahraga, antara lain bola voli, tenis meja, gateball dan tenis lapangan.
“Kaltim bisa masuk 10 besar dari 38 provinsi se-Indonesia, itu luar biasa membanggakan. Pesertanya mencapai sekitar 7.000 orang, jadi hasil ini patut disyukuri,” ungkap Syahfur, Ketua Bapor Korpri Kutim sekaligus Manajer Bola Voli Putri, di Palembang.
Syahfur menegaskan bahwa prestasi kontingen Kaltim menunjukkan bahwa ASN mampu bersaing di level nasional dengan kerja keras dan disiplin latihan. “Ini capaian yang gemilang. Kami bangga bisa mengibarkan nama Kaltim,” tuturnya, didampingi Asisten Manajer Jurni.
Pada cabang bola voli putri, Kaltim mencatat kemenangan telak 3-0 atas Sumatera Utara, Kementerian Perindustrian dan Kalimantan Utara di fase grup. Di perempat final, tim kembali unggul 3-1 atas Kementerian Komunikasi dan Digital sebelum akhirnya terhenti di semifinal setelah kalah tipis 2-3 dari Lampung.
Deretan nama atlet Kutim yang ikut bertanding antara lain Diana Pinaria, Feni Law, Berna Deta dan Vivi Wijayanti di voli putri, serta Hendra Dwi Santoso, Ulin Didik dan Handri Didik di voli putra. Di cabang lain, Nova Amelia Agimat turun di tenis meja dan Bahtiar bertanding pada gateball. Syahfur sendiri turut menyumbang prestasi dengan meraih juara 3 beregu putra tenis lapangan kategori executive.
Pornas Korpri XVII yang dibuka Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto ini diikuti lebih dari 9.300 peserta dari kementerian, lembaga dan pemerintah daerah. Jumlah peserta meningkat hampir dua kali lipat dari penyelenggaraan sebelumnya, menegaskan tingginya antusiasme ASN dalam berkarya melalui olahraga.
“Ajang ini bukan hanya soal medali, tetapi membangun kebersamaan dan sportivitas. ASN harus bekerja keras, tetapi jangan melupakan kesehatan. Kalau tubuh sehat, kinerja pun optimal. Prestasi tidak mengenal usia,” kata Syahfur.
Ia berharap semangat kompetisi yang terbangun di Palembang dapat dibawa pulang untuk menumbuhkan budaya olahraga di lingkungan ASN dan masyarakat. “Harapannya muncul bibit atlet yang berdaya saing,” pungkasnya.
Dari Palembang, gema kemenangan itu menjadi bukti bahwa olahraga menyatukan dan mengangkat martabat daerah. Kutai Timur kembali menunjukkan kontribusi nyatanya: bekerja, berprestasi dan membawa nama daerah semakin dikenal. (ADV/ProkopimKutim/IM)



Tinggalkan Balasan