Usai Tersisih di D’Academy 7, Naldy Siap Bangun Panggung Baru
![]()
SANGATTA — Ruang kerja Wakil Bupati Kutai Timur dipenuhi suasana kehangatan dan bangga ketika Mahyunadi menerima silaturahmi penyanyi muda berbakat Naldi D’Academy 7, baru-baru ini. Pertemuan tersebut menjadi bentuk penyambutan sekaligus apresiasi pemerintah daerah atas capaian talenta Kutim yang mampu bersaing di panggung nasional ajang pencarian bakat musik dangdut paling bergengsi di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Mahyunadi menyampaikan pesan motivatif agar Naldi tidak berhenti bermimpi setelah kompetisi berakhir. Menurutnya, perjalanan karier panjang seorang seniman ditentukan oleh kerja keras, karakter, dan jaringan yang kuat.
“Yang penting adalah relasi dan bertemu banyak orang. Setelah itu, jadilah pribadi yang jujur, berperilaku baik, dan menyenangkan bagi orang lain,” ujar Mahyunadi memberi nasihat.
Ia menilai kiprah Naldi berhasil membawa kebanggaan besar bagi masyarakat Kutai Timur dan membuka jalan bagi anak muda lain untuk berani mengejar prestasi.
“Keberhasilan Naldi menembus ajang nasional adalah kebanggaan bagi kita semua. Semoga terus berkarya dan menjadi inspirasi generasi muda Kutim,” ucapnya.
Naldi, yang lahir 20 Agustus 2004, tampil memukau di layar Indosiar hingga berhasil bertahan hingga babak Result Top 13 Grup 2 sebelum tereliminasi pada 3 Oktober 2025. Meski belum menjadi juara, ia menyebut pengalaman itu sebagai modal penting dalam perjalanan kariernya.
“Saya bangga bisa sampai Top 13. Banyak proses dan perjuangan yang saya lalui untuk sampai di titik ini,” ungkap Naldi.
Dalam perbincangan tersebut, Naldi menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kutim, terutama Bapak Wakil Bupati, atas dukungannya untuk saya,” tuturnya.
Silaturahmi itu menjadi simbol dukungan nyata pemerintah terhadap generasi muda berprestasi. Naldi diharapkan terus berkembang sebagai penyanyi profesional dan membawa nama Kutai Timur lebih jauh ke panggung musik nasional.
Akhir dari sebuah kompetisi bukanlah garis finish, melainkan tanda untuk memulai langkah yang lebih panjang. Dan bagi Naldi, panggung berikutnya sudah menunggu. (ADV/ProkopimKutim/IM)



Tinggalkan Balasan