Radiografi Toraks Mobile Hadir di Desa Benua Baru, Kutim Serius Lawan TBC
![]()
MUARA BENGKAL – Di halaman Puskesmas Pembantu Desa Benua Baru, Kecamatan Muara Bengkal, Kutai Timur (Kutim), warga bersabar antre untuk menjalani pemeriksaan toraks menggunakan mobil radiografi. Pemerintah Kabupaten Kutim, melalui Dinas Kesehatan, menggandeng District Public Private Mix (DPPM) menggelar program Active Case Finding (ACF) untuk mendeteksi Tuberkulosis (TBC) secara dini.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional Kementerian Kesehatan untuk menurunkan angka TBC di Indonesia, yang saat ini menempati posisi kedua dunia setelah India dalam jumlah penderita. “Deteksi dini menyelamatkan nyawa dan mencegah penyebaran. Tanpa ini, target Indonesia bebas TBC 2030 bisa terhambat,” kata dr Bahrani Hasanal, Kepala Dinas Kesehatan Kutim.
Keberadaan toraks digital mobile memungkinkan identifikasi infeksi sebelum gejala berat muncul. “Teknologi ini sangat penting untuk daerah terpencil yang jarang mendapatkan fasilitas kesehatan lengkap,” ungkap dr Ivan Hariyadi, Kepala Seksi P2PM Dinkes Kaltim.
Program ini tak sekadar pemeriksaan medis. Ketua DPPM Kutim, Ny Hj Siti Robiah, bersama kader desa dan TP PKK Kecamatan, aktif melakukan penyuluhan rumah ke rumah, sekaligus membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). “Kami ingin warga tidak hanya tahu soal TBC dari cerita, tapi memahami fakta dan pencegahannya,” ujarnya.
Camat Muara Bengkal, Nur Hadi, mencatat sekitar 200 warga mengikuti screening dalam sehari. Dengan pendekatan lintas sektor—kesehatan, pendidikan, hingga tokoh adat—program ACF memberikan data akurat untuk peta penyebaran TBC dan intervensi yang lebih terarah.
Bagi seorang ibu rumah tangga yang mengikuti pemeriksaan, toraks mobile bukan sekadar alat medis, tapi jaminan kesehatan keluarga. Dari balik tenda, harapan baru muncul: hak warga untuk hidup sehat terpenuhi, dan Kutim selangkah lebih dekat menuju Indonesia bebas TBC. (ADV/ProkopimKutim/IM)



Tinggalkan Balasan