Pemkot Balikpapan Gelar Rakor Tangani Fenomena Bendera One Piece
![]()
Inspirasimedia.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggelar rapat koordinasi penanganan bendera one piece di ruang rapat I gedung putih, Rabu (6/8/2025).
Rapat tersebut dipimpin Asisten I Sekretariat Kota (Setkot) Balikapapan, Zulkifli. Hadir Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat (Daerah) terkait, camat dan lurah se-Balikpapan.
Zulkifli menyayangkan fenomena pengibaran bendera one piece sampai di Kota Balikpapan.
Ia merujuk pada salah satu kendaraan pikap melintas di Jalan Soekarno-Hatta Kilometer (KM) 4 dengan bendera One Piece yang kemudian diunggah ke media sosial.
“Sudah kami indentifikasi dan langsung tanyakan motifnya. Ternyata hanya ikut-ikutan saja dan tidak ada maksud lain,” ucap Zulkifli, Rabu (6/8/2025).
Karena itu, ditegaskannya rapat koordinasi ini untuk mencegah meluasnya pengibaran bendera serupa, terutama menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, sebagian masyarakat menganggap bendera One Piece sebagai simbol kebebasan.
Namun ia menekankan bahwa tidak ada kebebasan yang benar-benar mutlak, termasuk dalam kehidupan bernegara.
“Saya katakan dalam hidup ini tidak ada yang benar-benar bebas. Justru semakin maju suatu negara, semakin banyak pula aturan yang berlaku. Bahkan ketika kita meninggal pun, di alam kubur ada malaikat yang akan bertanya. Di Surga sekalipun tetap ada aturan. Jadi tidak ada kebebasan mutlak,” tegasnya.
Pemkot Balikpapan, kata dia, terus memantau wilayah yang berpotensi menjadi lokasi pengibaran bendera tersebut. Namun, pendekatan yang digunakan adalah persuasif bukan represif.
“Kalau ditemukan, kami akan minta secara baik-baik agar diturunkan. Kalau bersikeras, kita bisa ajak bicara lewat Ketua RT atau tokoh masyarakat. Tidak ada sanksi, tapi pendekatannya humanis,” jelasnya.
Di sisi lain, ia menyebut tren ini bukan berasal dari Balikpapan. Pengibaran bendera ini datang dari tren nasional yang berkembang di media sosial dan paltform video daring.
“Kami peduli karena ini sudah menimbulkan silang pendapat di masyarakat. Momen ini juga bertepatan dengan perayaan kemerdekaan. Jadi, mari hormati dengan mengibarkan bendera Merah Putih dan atribut resmi lainnya,” pungkasnya.(*)



Tinggalkan Balasan