Kecewa dengan Bonus Hari Raya, Pengemudi Ojol Balikpapan Ancam Gelar Aksi

Loading

Inspirasimedia.com, BALIKPAPAN – Pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Persatuan Driver Online Balikpapan (PDOB) mengeluhkan nominal Bonus Hari Raya (BHR) Keagamaan yang diberikan oleh aplikator.

Mereka menilai jumlah yang diterima jauh dari harapan dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ketua Harian PDOB, Muhammad Hatta mengungkapkan sebagian besar pengemudi hanya menerima BHR sebesar Rp50 ribu, bahkan ada yang tidak mendapatkannya sama sekali.

“Nggak ada harapan, rata-rata teman-teman dapatnya cuma Rp50 ribu. Bahkan ada yang nggak dapat sama sekali,” ucap Hatta, Kamis (27/3/2025).

Ia menyayangkan kebijakan aplikator yang dinilai tidak mematuhi Surat Edaran (SE) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Dalam poin ketiga SE tersebut disebutkan bahwa BHR Keagamaan harus diberikan secara proporsional sesuai kinerja pengemudi dalam bentuk uang tunai, dengan perhitungan sebesar 20 persen dari rata-rata pendapatan bersih bulanan selama 12 bulan terakhir.

“Seharusnya nominalnya sesuai yang dianjurkan pemerintah. Kalau cuma Rp50 ribu, mending dibalikin saja. Seandainya bisa dikembalikan, kami ingin mengembalikannya. Bahkan kalau memungkinkan, kami siap melakukan aksi demo lagi. Tapi karena Lebaran sudah dekat, kami memilih tidak bergerak dulu,” katanya dengan nada kecewa.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum melakukan audiensi dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan.

Menurutnya, para pengemudi ojol lebih memilih menerima keadaan yang ada.

“Nggak ada audiensi, kami hanya bisa pasrah,” tuturnya.

Ia menegaskan, idealnya BHR Keagamaan yang diberikan oleh aplikator minimal sebesar Rp1 juta. Nominal ini agar lebih sesuai dengan kebutuhan para pengemudi menjelang Lebaran.

“Paling minim Rp1 juta lah. Apalagi Lebaran sudah dekat, dan teman-teman juga sedang berusaha memenuhi kebutuhan anak serta istri mereka,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini