Lapak Bumbu Giling di Balikpapan Dipadati Pembeli Usai Pemotongan Hewan Kurban

(Foto: Istimewa)

Loading

BALIKPAPAN – Usai pemotongan hewan kurban, warga Kota Balikpapan berbondong-bondong mencari bumbu masak untuk mengolah daging kurban.

Salah satu lokasi yang ramai diserbu pembeli berada di Jalan Mayor Pol Zainal Arifin, tepatnya di depan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STIE Balikpapan (STIEPAN), Sabtu (7/6/2025) malam.

Lapak bumbu giling milik Hendra, yang dikenal dengan nama HD Bumbu Giling, dipadati puluhan pembeli.

Antrean panjang tampak mengular, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga pemuda yang ikut berburu bumbu masak.

“Saya mau beli bumbu buat rawon,” ujar Elsa, salah satu pembeli yang tengah mengantre.

Tak hanya rawon, masakan lain seperti rendang, sate, hingga gulai pun jadi incaran.

Pembeli lainnya, Nur mengaku ingin membeli bumbu rendang.

“Saya mau beli Rp10 ribu untuk bumbu rendang,” tuturnya sambil melirik ramainya lapak tersebut.

Seorang pria bernama Andre juga terlihat setia menemani istrinya mengantre.

Meski sempat gelisah karena antrean panjang, wajahnya berubah sumringah setelah istrinya mendapatkan bumbu yang dicari.

“Saya mau masak rendang, ya cuma satu kilo aja daging kurban tadi,” katanya sambil menggantungkan bungkusan bumbu di motornya.

Seorang pemuda, Alex juga ikut membeli bumbu karena ingin mengolah 12 kilogram daging kurban bersama keluarga dan teman-temannya.

“Saya mau beli bumbu bakar buat sate. Di sini saya langganan, yang jual teman saya sendiri, Hendra. Mau beli berapa pun dilayani, dan bumbunya juga lengkap,” tuturnya.

Hendra yang dibantu ibunya tampak kewalahan melayani pembeli. Ia bergantian memasukkan bumbu ke plastik dan mengikatnya.

HD Bumbu Giling diketahui menjual berbagai jenis bumbu seperti bumbu gulai, sop, soto Jawa, soto Banjar, bumbu Bali, hingga bumbu bakar.

Bahkan, pembeli bisa melakukan pemesanan khusus (custom) sesuai kebutuhan masakan.

Akibat ramainya pembeli, kondisi lalu lintas di sekitar lapak tampak sedikit padat. Namun hal itu tak mengurangi antusiasme warga untuk mengantre bumbu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini