Pengelola Lama Angkat Suara Soal Polemik Wisbel Gelora Kadre Oening Sempaja
![]()
Inspirasimedia.com, SAMARINDA – Polemik Wisata Belanja (Wisbel) di Gelora Kadre Oening Sempaja Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kian memanas.
Terlebih setelah Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Pengelolaan Prasarana Olahraga (UPTD PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim memberikan statemen terkait kondisi yang terjadi.
Sebab, persoalan tersebut kini berimbas pada kualitas fasilitas yang dirasakan oleh para pedagang Wisbel. Tentu ini kerap dipersoalkan oleh para pedagang karena merasa kurang terakomodir.
Diberitakan sebelumnya, hal ini terjadi karena adanya pergantian pengelola Wisbel yang kurang memperhatikan kebutuhan para pedagang, salah satunya tidak menyediakan tenda bagi para pedagang.
Kepala UPTD PPO Dispora Kaltim, Ruspiansyah mengaku, ini terjadi karena adanya desakan dari pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltimtara untuk segera mengganti pengelola baru.
“Seharusnya dari BPD ini antara pengurus lama sama pengurus baru itu ‘kan dipertemukan. Hanya dari pengurus lama itu tidak ada memberikan respon atau serah terima semacam itu,” tuturnya.
“Sehingga apa namanya dari pengurus baru, atas perintah dari BPD mengambil alih secara paksa semacam itu,” sambung Ruspiansyah belum lama ini.
Ketua Komunitas Wisata Belanja (Wisbel) sekaligus pengelola lama Wisbel Gelora Kadre Oening Sempaja, Jifran memberikan hak jawab atas yang disampaikan oleh Kepala UPTD PPO Dispora Kaltim, Ruspiansyah.
Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Kepala UPTD PPO Dispora Kaltim dinilai tidak sesuai. Pasalnya, jauh sebelum masa kontrak habis, tepatnya di 20 Desember 2023 lalu adalah waktu terakhir kontrak komunitas Wisbel Kaltim.
Pihaknya sudah melakukan komunikasi, bahkan dari UPTD dan Bankaltimtara memberikan informasi bahwa kontrak akan tetap lanjut. Kalaupun perjanjian kerjasama belum kelar sebelum masa kontrak, UPTD dan Bank Kaltimtara menjanjikan bahwa akan tetap jalan seperti biasa, tinggal retribusi penggunakan lahan untuk dikomunikasikan lebih lanjut. Sebab akan ada perubahan nilai retribusi.
“Saya pikir dengan komunikasi yang humbel (rendah hati) itu, jadinya tidak ada masalah. Lalu pada 11 Desember 2023 lalu dari Bank Kaltimtara mengkonfirmasi akan ada rapat. Rencana rapatnya tanggal 13 Desember, mengundang semua pihak baik itu UPTD PPO dan komunitas,” ungkap Jifran saat dikonfirmasi, Minggu (14/1/2024).
Menyambung soal itu, ia mengkonfirmasi tentang jadwal rapat yang sudah direncanakan pada tanggal 13 Desember 2023 lalu. Namun, rapat tersebut diundur karena belum mendapatkan undangan dari UPTD.
Tepat tanggal 19 Desember 2023, berhembus kabar bahwa akan ada pergantian pengelola Wisbel yang baru. Sehingga mendorong pihaknya untuk melakukan komunikasi dengan Bank Kaltimtara untuk dapat melaksanakan rapat terhadap kebijakan tersebut.
“Hingga keluar keputusan Wisbel kembali dibuka dengan pengelola baru, tidak ada satupun respon untuk rapat itu. Ini supaya tidak mengorbankan 300 lebih pedagang Wisbel. Kita minta, meskipun berganti pengelola, tetapi tidak merubah pedagang yang ada,” harap Jifran.
Namun, lanjut Jifran, pergantian pengelola tersebut justru membuat para pedagang merasa tidak terakomodir. Terlebih dengan banyaknya para pedagang yang tidak mendapatkan fasilitas tenda pasca pergantian pengelola Wisbel yang baru.



Tinggalkan Balasan