Pemkot Bontang Jadikan Kesehatan Mental Kebutuhan Strategis Generasi Muda Lewat Mental Health Program Batch 3

Media Media

Loading

Inspirasimedia.com,BONTANG – Mental Health Program Batch 3 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang menjadi momentum penting bagi pemerintah kota untuk menegaskan arah kebijakan baru, yakni kesehatan mental bukan lagi isu pendukung, melainkan kebutuhan strategis generasi muda.

Berbeda dari tahun sebelumnya, penyelenggaraan kali ini menempatkan mahasiswa sebagai pusat perhatian, dengan tema “Know Your Self, Change Your Life, Design Your Future,” pemkot ingin memastikan bahwa kelompok intelektual muda memiliki ketahanan mental yang cukup untuk menghadapi derasnya tantangan akademik maupun tekanan sosial di era digital.

Staf Ahli Bidang PKSDM Setkot Bontang, Lukman menekankan, kondisi kesehatan mental di kalangan remaja dan mahasiswa kini berada pada titik yang memerlukan perhatian serius.

Ia mengutip data WHO 2024 yang menunjukkan satu dari tujuh anak muda dunia terpapar gangguan mental.

“Gambaran nasional pun tak kalah mengkhawatirkan: Survei Kemenkes 2023 menemukan 20 persen penduduk mengalami gangguan mental emosional, sementara hampir 10 persen remaja pernah mempertimbangkan tindakan ekstrem,” jelasnya, Jumat (5/12/2025).

Melihat situasi tersebut, Pemkot Bontang memasukkan isu kesehatan mental ke dalam RPJMD 2025–2029 melalui program Bontang Sehat.

Ini menjadi sinyal bahwa pendekatan kesehatan masyarakat di kota ini kini tidak lagi sebatas fisik, tetapi mencakup kesiapan mental masyarakat, terutama generasi produktif seperti mahasiswa.

Program kesehatan mental Bontang disusun dengan pendekatan pencegahan dan edukasi, seperti layanan konseling, peningkatan literasi digital yang bertanggung jawab, hingga penguatan karakter. Pemerintah menilai mahasiswa sebagai kelompok yang rentan tetapi sekaligus berpotensi besar menjadi agen perubahan yang mampu membangun budaya peduli mental health di lingkungan masing-masing.

Lukman mengajak seluruh peserta program untuk berperan aktif menciptakan ruang aman bagi sesama, tidak menutup diri saat menghadapi tekanan dan memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

Ia juga mendorong lembaga pendidikan serta perangkat daerah untuk mempercepat kolaborasi agar layanan kesehatan mental lebih mudah diakses.

“Kekuatan kota ditentukan oleh kualitas mental warganya. Generasi dengan mental yang sehat adalah fondasi masa depan Bontang,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini