BADKO HMI Kaltimtara Desak Kapolda Kaltim Copot Kapolres Berau
![]()
INSPIRASIMEDIA.COM, Samarinda – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Kalimantan Timur – Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) mendesak Kapolda Kaltim untuk segera mencopot Kapolres Berau akibat dugaan tindakan represif aparat terhadap kader HMI Cabang Berau dalam aksi demonstrasi yang digelar pada 12 Februari 2025.
Ketua Umum BADKO HMI Kaltimtara, Ashan Putra Pradana menilai insiden tersebut menunjukkan lemahnya kepemimpinan Kapolres Berau dalam menjamin keamanan dan kebebasan berekspresi mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa tindakan represif yang terjadi merupakan bentuk nyata pelanggaran terhadap hak demokrasi warga negara.
“Kami mengecam keras perlakuan aparat terhadap kader HMI yang menyampaikan aspirasi secara damai. Ini adalah bentuk ketidakadilan yang mencoreng prinsip demokrasi dan hak asasi manusia,” ujar Ashan.
Demonstrasi yang dilakukan HMI Cabang Berau bertujuan untuk mengkritisi kebijakan daerah yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Namun, aksi yang seharusnya berlangsung damai justru berujung pada kekerasan yang diduga dilakukan oleh aparat keamanan.

BADKO HMI Kaltimtara mendesak agar Kapolda Kaltim segera mengevaluasi dan mengambil tindakan tegas terhadap Kapolres Berau.
Selain itu, Ashan juga menuntut pengusutan terhadap tindakan represif yang terjadi dan memberikan jaminan bagi mahasiswa serta masyarakat untuk dapat menyuarakan pendapat tanpa intimidasi.
Ashan menegaskan jika tuntutan ini tidak dipenuhi, pihaknya akan mengambil langkah lebih lanjut demi menegakkan keadilan dan memastikan kepolisian menjalankan fungsinya dengan benar.
“Negara harus hadir untuk menjamin kebebasan berekspresi dan menolak segala bentuk represifitas yang mencederai demokrasi,” pungkasnya.
Lebih jauh Ashan menegaskan, negara harus menjamin kebebasan berekspresi dan menolak segala bentuk represifitas aparat yang mencederai demokrasi.
“Oleh karena itu, kami meminta Kapolda Kaltim untuk segera mengambil tindakan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan