Terpilih Sebagai Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin Komitmen Akan Mensejahterakan Wartawan
![]()
Inspirasimedia.com, SAMARINDA – Abdurrahman Amin terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim) masa bakti 2024-2029.
Terpilihnya Abdurahman Amin melalui Konferensi Provisi (Konferprov) Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada, Samarinda, Sabtu (27/04/2024).
Dari 188 anggota biasa yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) PWI Kaltim hanya diikuti 163 peserta. Sedangkan 25 orang lainnya tak hadir.
Abdurrahman Amin calon 02 menang telak di Konferprov itu dengan mengantongi 139 suara. Sedangkan rivalnya, calon nomor urut 01 Munanto hanya meraih 24 suara.
Usai pemilihan, Presidium Sidang II Agus Susanto menetapkan hasil pemilihan dengan membacakan keputusan lalu mengetuk palu sidang.
“Calon nomor urut dua, Abdurrahman Amin ditetapkan sebagai Ketua PWI Kaltim periode 2024-2029,” ucap Agus Susanto didampingi pimpinan sidang Presidium I Rusdiansyah Aras dan Presidium III Eko Susanto.
Abdurrahman Amin mengungkapkan, kepercayaan yang diemban saat ini merupakan langkah awal menjadikan PWI Kaltim lebih maju di masa kepemimpinannya, dengan melibatkan semua anggota di kabupaten dan kota.
Di mana, tugas kepengurusan kedepannya ini untuk bisa merangkul semua kepentingan. Sehingga semua program atau perencanaan yang disusun dalam visi misi bisa berjalan secara efektif.
“Segala yang sudah diraih hari ini itulah bentuk dari kerja keras bersama. Kompetisinya sudah berakhir sekarang kita sama-sama merangkul semua kepentingan bersama yang ada di PWI,” harapnya.
Rahman menegaskan, dalam kepengurusan yang baru nantinya, ada dua fokus utama yakni meningkatkan kapasitas wartawan serta memastikan mereka memiliki kemampuan yang setara dengan pilar-pilar demokrasi lainnya seperti lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif.
Setelah meningkatkan kapasitas wartawan, ia menyebutkan nantinya wartawan akan memiliki kesejahteraan yang sesuai dengan yang diharapkan bersama.
Selain dari kesejahteraan wartawan hal yang paling krusial yang sudah dilakukan oleh pengurus PWI sebelumnya adalah mengintensifkan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Disisi lain juga program yang paling baru, Rahman menyebut akan membentuk lembaga semi otonom PWI yang konsentrasinya itu mengembangkan pendidikan dan riset.
Hal itu termasuk peningkatan keterampilan wartawan untuk mengikuti perubahan dinamis dan kontribusi melalui riset terhadap pembangunan di daerah.
“PWI ini perlu kita rangkul dan upgrade skill-nya karena pekerjaan wartawan itu paling dinamis jadi secara keilmuan tidak boleh stagnan. harus terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman,” sambung Rahman yang juga mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam itu.



Tinggalkan Balasan