Penerapan Kurikulum Merdeka di Kutai Timur Capai 95 Persen, Disdikbud Fokus pada Dukungan Teknologi
![]()
INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur terus menggenjot penerapan Kurikulum Merdeka sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan Disdikbud Kutai Timur, Abbas Husaini, menyampaikan bahwa hingga tahun 2024, penerapan Kurikulum Merdeka di tingkat Sekolah Dasar (SD) telah mencapai angka 90 persen hingga 95 persen.
Progres ini menunjukkan komitmen dan keseriusan Disdikbud Kutai Timur dalam mengimplementasikan kurikulum baru yang lebih fleksibel dan berbasis pada kebutuhan siswa.
Penerapan Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan minat dan bakat mereka, sambil tetap memperhatikan capaian kompetensi dasar.
Abbas Husaini menambahkan bahwa Disdikbud telah melakukan berbagai pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para guru agar mereka dapat memahami dan menerapkan kurikulum ini dengan maksimal.
Selain itu, untuk mendukung penerapan Kurikulum Merdeka yang berbasis pada teknologi, Disdikbud Kutai Timur juga memperkenalkan inisiatif baru. Abbas mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan menyediakan akses internet gratis bagi sekolah-sekolah negeri di daerah dengan menggunakan teknologi satelit Starlink.
Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah keterbatasan akses internet, terutama di daerah-daerah terpencil yang selama ini kesulitan untuk mendapatkan jaringan yang memadai.
“Dengan akses internet yang lebih baik, kami berharap proses pembelajaran dapat lebih efektif, terutama dalam era digital seperti sekarang. Teknologi ini memungkinkan para guru dan siswa untuk mengakses berbagai sumber belajar dan informasi yang dapat mendukung pembelajaran di kelas,” kata Abbas Husaini.
Dengan penerapan Kurikulum Merdeka yang hampir selesai di tingkat SD dan dukungan teknologi yang semakin kuat, Disdikbud Kutai Timur optimis dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. (di/adv)



Tinggalkan Balasan