UMKM Swarga Bara Tumbuh Pesat, Produk Lokal Tembus Pasar Modern
![]()
inspirasimedia.com, SANGATTA – Pemerintah Desa Swarga Bara terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berbagai jenis usaha kuliner lokal kini mulai berkembang pesat dan bahkan sudah menembus pasar di luar wilayah desa.
Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, mengatakan, penguatan sektor UMKM menjadi salah satu fokus program desa dalam memanfaatkan dana RT yang sebelumnya senilai Rp50 juta.
Sebagian dana tersebut dialokasikan khusus untuk pelatihan dan pengembangan usaha masyarakat.
“Dari dana RT itu, 20 persen memang kita arahkan untuk kegiatan pengembangan, seperti pelatihan-pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Selebihnya baru untuk infrastruktur,” jelas Wahyuddin.
Ia menambahkan, pelatihan yang telah dilaksanakan di antaranya terkait pengolahan makanan khas daerah, seperti pembuatan amplang dan aneka camilan lokal.
“Yang kami lakukan kemarin itu pelatihan-pelatihan pengolahan makanan seperti amplang. Banyak warga yang ikut dan sekarang usaha mereka mulai berkembang,” ujarnya.
Wahyuddin mengakui, pendataan UMKM di wilayah Swarga Bara masih terus diperbarui karena banyak usaha baru yang muncul dan belum semuanya terdaftar.
“Kami sudah melakukan pendataan untuk semua UMKM. Bahkan ada yang kami tidak tahu, ternyata mereka sudah ramai di media sosial,” katanya.
Dari hasil pendataan sementara, UMKM yang aktif di Swarga Bara kebanyakan bergerak di sektor kuliner rumahan, seperti amplang, kue basah, dan minuman tradisional. Beberapa di antaranya merupakan binaan PKK Desa Swarga Bara.
“UMKM binaan dari desa sendiri ada yang buat amplang dan kue-kue dari ibu-ibu PKK,” tambahnya.
Selain binaan langsung pemerintah desa, Swarga Bara juga menjalin kerja sama dengan pihak swasta seperti PT Pama, yang turut melakukan pembinaan dan promosi produk lokal.
“Kita juga kolaborasi dengan PT Pama. Mereka punya binaan UMKM yang kita bantu kembangkan bersama,” ujar Wahyuddin.
Salah satu kegiatan rutin desa yang ikut mendorong promosi produk lokal adalah event traileran di Kampung Banjar. Dalam kegiatan itu, berbagai produk UMKM ditampilkan dan dijual dalam bentuk paket oleh-oleh.
“Dalam kegiatan traileran itu kita juga bantu promosikan produk warga. Misalnya di dalam tote bag itu ada amplang, sarabba bubuk, jahe bubuk, semuanya produk UMKM Swarga Bara,” jelasnya.
Kini, sejumlah produk UMKM Swarga Bara telah menembus pasar modern berkat peningkatan kualitas kemasan dan promosi digital.
“Alhamdulillah sekarang mereka sudah tidak hanya jual di pasar tradisional. Kemasannya bagus, sudah tembus ke pasar modern,” pungkas Wahyuddin.(Adv)



Tinggalkan Balasan