Disdukcapil Kutim Evaluasi Kinerja ADM Setelah Dua Tahun Beroperasi
![]()
inspirasimedia.com,SANGATTA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang telah beroperasi selama lebih dari dua tahun. Program digital ini menjadi salah satu terobosan utama dalam pelayanan administrasi kependudukan di daerah tersebut.
Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, menjelaskan bahwa keberadaan ADM selama dua tahun terakhir terbukti membantu masyarakat dalam mengakses layanan dengan lebih cepat dan efisien.
Menurutnya, ADM dirancang untuk memberikan kemudahan kepada warga, terutama di wilayah terpencil yang jauh dari kantor Disdukcapil.
“Selama dua tahun pertama, ADM berfungsi baik dan sangat membantu warga dalam mencetak dokumen kependudukan,” ujar Jumeah.
Ia menambahkan, sistem ini telah memberikan dampak positif terhadap efektivitas layanan publik. Warga tidak perlu lagi antre di kantor, cukup datang ke mesin ADM dan melakukan proses verifikasi data.
“Warga hanya perlu membawa data dan melakukan verifikasi, setelah itu dokumen bisa langsung dicetak,” katanya.
Program ADM di Kutim kini menjadi contoh bagi daerah lain yang ingin mempercepat layanan berbasis digital.
Namun demikian, Disdukcapil tidak ingin hanya berhenti pada pencapaian awal. Diperlukan evaluasi agar pelayanan tetap optimal dan tidak menurun kualitasnya.
Evaluasi dilakukan meliputi pengecekan perangkat, sistem jaringan, hingga kehandalan printer dan software pendukung. Langkah ini penting untuk menjaga kesinambungan layanan publik.
“Kami ingin memastikan setiap perangkat bisa kembali digunakan dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, Jumeah menilai, keberhasilan ADM juga bergantung pada dukungan pemerintah kecamatan. Kondisi infrastruktur seperti jaringan internet dan ketersediaan listrik sangat menentukan stabilitas operasional.
“Kalau jaringan dan listriknya stabil, ADM pasti bisa optimal,” tegasnya.
Ia menekankan, evaluasi ini bukan semata-mata mencari kesalahan, tetapi bentuk tanggung jawab agar inovasi yang telah dijalankan tetap bermanfaat bagi masyarakat.
“Tujuannya agar pelayanan publik kita semakin baik, cepat, dan mudah dijangkau,” pungkasnya.(Adv)



Tinggalkan Balasan