Mahyunadi Tegas: Kelompok LGBT yang Harus Dibubarkan
![]()
inspirasimedia.com, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menunjukkan sikap tegas terhadap keberadaan kelompok LGBT yang sempat muncul di wilayah Sangatta.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa segala bentuk aktivitas yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama tidak bisa dibiarkan. Ia menyebut, keberadaan kelompok LGBT berpotensi memunculkan masalah sosial baru dan menambah angka kasus penyakit menular.
“Kalau ada laporan, segera sampaikan ke saya. Kita bubarkan, tidak ada toleransi untuk itu,” ujarnya.
Menurut Mahyunadi, tindakan tegas itu bukan karena kebencian terhadap individu, melainkan upaya menjaga moral dan kesehatan masyarakat.
“Ini soal tanggung jawab sosial. Kita ingin generasi muda Kutim tumbuh sehat secara jasmani dan rohani,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan kelompok LGBT sering kali sulit terdeteksi karena bergerak diam-diam.
“Biasanya mereka berkumpul lewat grup media sosial, lalu bertemu secara tertutup. Itu yang harus kita awasi,” ucapnya.
Mahyunadi meminta agar aparat dan masyarakat saling bekerja sama dalam mengawasi lingkungan sekitar. Selain aspek moral, ia juga menyoroti dampak kesehatannya.
“Secara medis, hubungan sesama jenis punya risiko tinggi terhadap penularan HIV/AIDS. Ini fakta, bukan isu,” jelasnya.
Ia menegaskan, Kutim adalah daerah dengan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Mahyunadi menilai bahwa pengawasan harus dimulai dari keluarga. Orang tua harus peka terhadap perubahan perilaku anak-anaknya.
“Kita punya adat, punya agama. Semua mengajarkan hal yang sama: menjaga diri dari perbuatan yang menyimpang. Jangan sampai anak-anak kita terseret karena pengaruh lingkungan atau internet. Semua berawal dari rumah,” ujarnya.
Ia juga meminta dukungan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus memberikan penyuluhan dan pendekatan yang bijak.
“Kita tidak ingin memusuhi, tapi ingin membina dan melindungi masyarakat dari hal-hal yang tidak baik,” ujarnya lagi.
Mahyunadi berjanji pemerintah akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.
“Kalau memang ada aktivitas yang menyimpang, langsung kita hentikan. Ini demi kebaikan bersama,” tutupnya.(Adv)



Tinggalkan Balasan