Kendala Lahan Hambat Pembangunan Dermaga Penyeberangan di Kutim

Loading

INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Pembangunan dermaga penyeberangan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, menghadapi kendala signifikan terkait pembebasan lahan. Beberapa lahan yang diperlukan untuk proyek ini masih dalam proses pembebasan, sementara sebagian lainnya terikat kontrak sewa yang belum terselesaikan.

Sekretaris Daerah Kutim, Rizali Hadi, menjelaskan bahwa status lahan menjadi hambatan utama dalam proyek ini. “Masih ada lahan yang belum terbebaskan, dan proses ini memerlukan waktu. Kami tidak bisa menyelesaikannya dalam waktu singkat karena ada berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan,” kata Rizali dalam wawancara.

Selain pembebasan lahan, Rizali juga menyoroti masalah kontrak sewa lahan yang belum jelas. Lahan-lahan tersebut saat ini digunakan untuk kebutuhan pembangunan oleh kontraktor, namun status sewa dan pengelolaannya belum sepenuhnya diketahui oleh pemerintah daerah. “Terkait sewa lahan, kami masih menunggu informasi lengkap. Untuk sementara, hal ini sedang dikoordinasikan lebih lanjut,” tambahnya.

Pembangunan dermaga ini diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur strategis untuk memperlancar arus transportasi dan mendukung pertumbuhan sektor logistik serta pariwisata di Kutim. Namun, keterlambatan penyelesaian masalah lahan dapat berdampak pada jadwal pelaksanaan proyek.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk segera menyelesaikan kendala tersebut melalui koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait. Rizali menegaskan bahwa pembebasan lahan dan kejelasan status sewa menjadi prioritas agar proyek dapat dilanjutkan sesuai rencana.

“Kami akan terus memantau perkembangan dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Harapannya, proses ini bisa segera rampung, sehingga pembangunan dermaga berjalan lancar dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Rizali.

Dermaga ini diharapkan menjadi penunjang vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial di Kutim, dengan memperkuat konektivitas antar wilayah yang selama ini menjadi salah satu tantangan besar di daerah tersebut. Pemerintah daerah optimistis bahwa kendala yang ada dapat diselesaikan dalam waktu dekat melalui sinergi antara pihak pemerintah, masyarakat, dan kontraktor. (ky/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini