DP3A Kutim Jalani Pendampingan Nasional Standarisasi Ruang Bermain Anak
![]()
inspirasimedia.com,SANGATTA – Program Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di Kutai Timur kini memasuki tahap penting. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim sedang menjalani pendampingan nasional bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA).
Kabid Pemenuhan Hak Anak DP3A Kutim, Rita Winarni, menyebut pendampingan ini merupakan tahapan sebelum asesmen langsung dilakukan oleh tim pusat.
“Saat ini kita sedang menjalani pendampingan secara daring untuk persiapan asesmen lapangan,” katanya.
Menurutnya, pendampingan ini dilakukan agar tim daerah memahami seluruh aspek yang harus dipenuhi, baik dari sisi fasilitas, keamanan, maupun kelayakan ruang bermain.
“Tahapan ini penting untuk memastikan setiap indikator ramah anak terpenuhi sebelum penilaian final,” jelasnya.
DP3A Kutim menyiapkan Town Hall Sangatta sebagai lokasi uji coba utama program RBRA. Lokasi tersebut dinilai strategis dan mudah diakses masyarakat.
Rita menuturkan bahwa asesmen lapangan akan dilakukan setelah tim pusat menilai kesiapan dokumen dan hasil pendampingan online.
“Kalau semua berjalan sesuai jadwal, penilaian langsung bisa dilakukan dalam waktu dekat,” ujarnya.
Pihaknya berharap hasil pendampingan ini dapat meningkatkan peluang Kutai Timur mendapatkan pengakuan nasional dalam kategori Ruang Bermain Ramah Anak.
Selain fasilitas fisik, DP3A juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program ini.
“Tanpa partisipasi warga, ruang bermain bisa saja tidak terawat. Karena itu, kami libatkan masyarakat dan pihak swasta,” terangnya.
Rita menyebut, keberadaan ruang bermain yang terstandarisasi menjadi salah satu indikator penting dalam pencapaian Kabupaten Layak Anak.
“Kalau ruang bermainnya sudah memenuhi standar nasional, itu mendukung peningkatan nilai KLA kita,” tambahnya.
Dengan pendampingan ini, DP3A berharap kualitas ruang publik di Kutai Timur semakin meningkat dan benar-benar ramah bagi anak-anak.
“Harapannya, tahun depan kita sudah bisa menambah lokasi baru yang memenuhi standar,” pungkas Rita.(Adv)



Tinggalkan Balasan