Realisasi Anggaran DP3A Kutim Meningkat, Fokus Selesaikan Program Prioritas

Loading

INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3A) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melaporkan progres realisasi anggaran tahun 2024. Hingga akhir Oktober, pencapaian realisasi fisik telah mencapai 67,92 persen, sementara realisasi keuangan tercatat sebesar 45 persen.

Kepala DP3A Kutim, Idham Cholid, menyatakan pihaknya optimis mampu menyelesaikan target realisasi anggaran yang telah ditetapkan sebelum akhir tahun. Meskipun menghadapi sejumlah kendala, DP3A tetap berkomitmen memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.

“Secara keseluruhan, realisasi anggaran fisik kami sudah cukup baik, mencapai 67,92 persen. Untuk realisasi keuangan, memang masih 45 persen, tetapi kami yakin pada Desember nanti akan mencapai setidaknya 89 persen,” ujar Idham.

Dalam pelaksanaan anggaran, DP3A menghadapi tantangan berupa penyerapan anggaran perjalanan dinas yang tidak optimal. Idham menjelaskan bahwa beberapa peserta perjalanan dinas memilih tidak menggunakan fasilitas penginapan yang telah disediakan, sehingga alokasi anggaran untuk penginapan tidak terpakai.

“Beberapa peserta lebih memilih untuk menginap di rumah atau tempat lain, sehingga dana yang sudah dialokasikan untuk penginapan tidak terserap. Ini menjadi salah satu kendala yang harus kami evaluasi agar anggaran dapat dimanfaatkan dengan lebih efektif,” tambahnya.

Menjelang akhir tahun, DP3A memfokuskan penggunaan anggaran pada program-program utama seperti pelatihan kewirausahaan, pendampingan bagi korban kekerasan, dan sosialisasi perlindungan anak. Program ini dianggap strategis karena berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

“Fokus kami adalah menyelesaikan program-program prioritas yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pendampingan korban kekerasan dan pelatihan ekonomi menjadi prioritas utama kami,” kata Idham.

Untuk memastikan penggunaan anggaran yang optimal, DP3A Kutim rutin melakukan evaluasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak. Transparansi dalam pelaksanaan program juga menjadi perhatian utama dinas tersebut.

“Kami memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan digunakan untuk program yang bermanfaat. Selain itu, kami terus mengkaji efektivitas anggaran agar dampaknya terasa langsung di masyarakat,” tutup Idham.

Melalui upaya ini, DP3A Kutim optimis mampu mencapai target yang telah ditetapkan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di wilayah Kutai Timur. ( di / Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini