Sebagian Desa di Kutim Masih Belum Miliki PAUD, Ini Kendalanya
![]()
Inspirasimedia.com,SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya memastikan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) merata hingga ke seluruh desa.
Namun, diakui oleh Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, hingga saat ini masih terdapat sejumlah desa yang belum memiliki satuan PAUD.
Menurut Heri, kondisi tersebut bukan semata karena kurangnya dukungan pemerintah, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor geografis dan sosial masyarakat. “Kadang di satu wilayah, kelompok masyarakatnya saling berdekatan antar desa. Misalnya, PAUD sudah ada di desa A, maka warga desa B yang dekat situ menyekolahkan anaknya ke sana. Akibatnya, desa B belum memiliki PAUD sendiri,” jelasnya.
Ia menyebutkan, pola hubungan antar desa seperti itu sering membuat kebutuhan PAUD baru dianggap belum mendesak, padahal secara administratif desa tersebut belum memiliki lembaga pendidikan anak usia dini. Karena itu, pihaknya mendorong agar setiap desa memiliki PAUD sendiri, baik berupa Taman Kanak-Kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), maupun Satuan PAUD Sejenis (SPS).
“Pemerintah desa seharusnya bisa menginisiasi pendirian PAUD melalui program desa, sedangkan kami dari Disdikbud siap hadir untuk membantu dari sisi pembinaan, perizinan, maupun fasilitasi sarana prasarana,” ujar Heri.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen memperluas akses PAUD di seluruh Kutai Timur agar semua anak usia 2 hingga 6 tahun memperoleh layanan pendidikan yang layak sejak dini. “Harapannya, tidak ada lagi desa di Kutim yang belum memiliki PAUD. Semua anak harus punya kesempatan belajar di lingkungannya sendiri,” pungkas Heri.(Adv)



Tinggalkan Balasan