Kurikulum Merdeka Tetap Berlaku di Kutai Timur, Hanya Pendekatan yang Diperbarui

Loading

Inspirasimedia.com,SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka tetap menjadi acuan pendidikan nasional di wilayah ini.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Heri Purwanto, Kabid PAUD-PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, saat menjelaskan perkembangan kurikulum bagi pendidikan anak usia dini hingga tingkat sekolah menengah.

Menurut Heri, masyarakat sempat bingung dengan istilah “pembelajaran mendalam” atau “deep learning” yang kini digunakan di sekolah. Banyak orang tua yang berpikir kurikulum telah berganti, padahal yang berubah hanyalah pendekatannya, bukan isi atau tujuan utama Kurikulum Merdeka.

“Kurikulum tetap merdeka, tidak ada perubahan materi, hanya pendekatan pembelajarannya kini lebih berbasis pembelajaran mendalam. Hal ini bertujuan agar anak-anak mampu memahami konsep secara lebih mendalam dan kontekstual,” ujar Heri.

Heri menambahkan, pendekatan pembelajaran mendalam memungkinkan guru menyesuaikan materi dengan kondisi lokal dan kebutuhan anak. Misalnya, anak-anak di daerah perkebunan belajar mengenai sawit dan pemanfaatannya, sementara yang tinggal di pesisir bisa mempelajari ekosistem laut. Dengan cara ini, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan relevan dengan lingkungan sekitar.

“Selain itu, Dinas Pendidikan Kutim memastikan seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, tetap mengikuti Kurikulum Merdeka. Sekolah juga diberi fleksibilitas untuk mengembangkan tema sesuai potensi lokal, seperti budaya, kearifan lokal, atau kegiatan masyarakat setempat”,jelasnya.

Heri menekankan pentingnya sosialisasi kurikulum kepada orang tua melalui kegiatan parenting atau penyampaian informasi secara langsung, agar pendidikan di rumah dan sekolah selaras. Dengan demikian, masyarakat tidak bingung meskipun ada istilah baru atau metode pengajaran berbeda di sekolah.

Penerapan Kurikulum Merdeka yang konsisten di Kutai Timur diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak, mempermudah guru dalam pengajaran, dan memberikan pengalaman belajar yang relevan serta kontekstual bagi setiap peserta didik.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini