Tantangan Pelaksanaan E-Katalog Versi 6 di Kutai Timur: Fokus pada Kesiapan SDM
![]()
INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA —Peralihan dari e-katalog versi 5 ke versi 6 menghadirkan sejumlah tantangan bagi proses pengadaan barang dan jasa di Kutai Timur. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) di perangkat daerah. Masrianto Suriansyah, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kutai Timur, mengungkapkan bahwa belum semua SDM di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memahami sistem baru ini secara utuh.
“Secara sistem, versi 6 ini memang lebih baik dari versi sebelumnya. Namun, dari segi SDM, masih ada beberapa tantangan. Belum semua perangkat daerah memiliki pemahaman yang memadai terkait sistem ini,” ujar Masrianto dalam wawancara Kamis (21/11/2024).
Masrianto menjelaskan bahwa transisi ini berdampak signifikan pada proses pengadaan di daerah. “Ada 16 katalog lokal di Kutai Timur yang akan sedikit terganggu selama masa peralihan ini. Proses ini memang memerlukan adaptasi dari semua pihak,” tambahnya.
Selain itu, ia menyoroti perlunya pelatihan bagi aparatur di lingkungan pemerintah daerah agar lebih siap menghadapi perubahan ini. “Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM di SKPD. Ini menjadi prioritas karena sistem pengadaan yang baik hanya dapat berjalan jika SDM-nya siap,” kata Masrianto.
Di sisi lain, Masrianto optimistis bahwa e-katalog versi 6 akan membawa manfaat besar jika diterapkan secara efektif. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat juga memberikan perhatian khusus dalam mendukung kelancaran transisi ini. “Kami berharap dengan perbaikan sistem ini, proses pengadaan barang dan jasa menjadi lebih efisien dan transparan,” ujarnya.
Kendala ini diharapkan dapat diatasi melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. “Kami percaya, dengan pemahaman yang lebih baik, pengadaan di Kutai Timur akan berjalan lebih lancar dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya UMKM,” pungkas Masrianto. (ky/adv)



Tinggalkan Balasan