BUPATI KUTIM SEBUT POTENSI SILPA BUKAN MASALAH SELAMA UANG TERSEDIA
![]()
Inspirasimedia.com,SANGATTA – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa potensi terjadinya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) pada akhir tahun bukanlah persoalan besar selama dana tersebut benar-benar tersedia dan tercatat dengan jelas. Hal itu ia sampaikan saat menanggapi rendahnya serapan anggaran tahun berjalan yang baru mencapai sekitar 45 persen.
Menurut Ardiansyah, dinamika anggaran tahun ini memang cukup berat. Proses pelaksanaan program harus melalui sejumlah penyesuaian, termasuk efisiensi dan pergeseran anggaran yang membutuhkan waktu panjang dalam pembahasan. Ia mengakui kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan realisasi kegiatan dan serapan anggaran. “Pergeseran ini cukup panjang pembahasannya sampai masuk ke batas waktu perubahan anggaran. Itu yang membuat prosesnya ikut molor,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa SILPA bukan hal yang perlu dikhawatirkan selama tidak ada kekosongan dana yang menyertainya. “Ya, enggak ada masalah SILPA itu asal uangnya masih ada. Yang bahaya itu SILPA kosong, uangnya enggak ada,” tegas Bupati. Penjelasan tersebut disampaikannya untuk meredam kekhawatiran publik di tengah serapan anggaran yang berjalan lambat dan menyisakan waktu yang semakin sempit.
Ardiansyah juga menambahkan bahwa pemerintah daerah tetap menargetkan penyelesaian program yang masuk dalam perubahan anggaran. Setelah pembahasan yang cukup panjang, perubahan anggaran telah masuk ketuk palu pada Oktober lalu. Dengan sisa waktu yang terbatas, ia berharap OPD mampu bergerak cepat menyelesaikan kegiatan prioritas. “Mudah-mudahan satu sampai dua bulan ini bisa selesai. Itu targetnya,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa pemerintah daerah berkewajiban memastikan pengelolaan keuangan berjalan sesuai aturan, termasuk menjaga transparansi serta memastikan tidak ada belanja yang melebihi kapasitas kas daerah. “Yang penting, dana yang tersisa tercatat dan aman. Lebih baik SILPA yang nyata daripada dipaksakan tapi bermasalah di kemudian hari,” tambahnya.
Dengan penjelasan tersebut, Bupati berharap publik dapat memahami kondisi anggaran tahun ini serta tetap percaya pada komitmen pemerintah dalam menyelesaikan program pembangunan secara bertahap dan terukur.(Adv/Kominfo)



Tinggalkan Balasan