Optimalkan Anggaran Pembangunan, Bupati Ardiansyah Sulaiman Instruksikan Ketua RT “Jemput Bola” Entaskan Anak Putus Sekolah

Loading

Inspirasimedia.com, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan di tingkat akar rumput. Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, secara khusus menekankan peran strategis Ketua Rukun Tetangga (RT) sebagai ujung tombak pemerintah daerah dalam mengentaskan permasalahan sosial, mulai dari kemiskinan hingga pendidikan.

Dalam arahannya, Bupati Ardiansyah meminta agar pengelolaan anggaran program pembangunan berbasis RT yang telah dialokasikan pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran. Beliau menginstruksikan para Ketua RT untuk tidak bersikap pasif, melainkan menerapkan strategi “jemput bola” dengan menyisir langsung kondisi warganya. Hal ini krusial untuk memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah di Kutai Timur yang putus sekolah karena kendala biaya, serta untuk mempercepat penanganan stunting di lingkungan masing-masing.

“Ketua RT adalah pihak yang paling memahami kondisi riil dan dinamika lingkungannya. Program Bupati menyasar langsung ke sana agar kesejahteraan warga terpantau. Kita harus paham betul, adakah warga yang belum sejahtera atau anak yang putus sekolah,” tegas Ardiansyah.

Guna mendukung optimalisasi program ini, Bupati juga memberikan atensi khusus kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutim. Mengingat besarnya total anggaran pemberdayaan yang dikelola mencapai angka estimasi lebih dari Rp 400 miliar—Bupati meminta jajaran DPMD untuk bekerja ekstra dan turun langsung ke lapangan, bukan hanya memantau dari balik meja.

Lebih lanjut, Bupati memaparkan bahwa melalui program Bantuan Keuangan Khusus (Bankeu Khusus) Desa, setiap RT mendapatkan alokasi dana hingga Rp 250 juta. Anggaran ini dirancang sebagai solusi taktis untuk intervensi cepat terhadap kebutuhan warga tanpa harus melalui birokrasi panjang di tingkat kabupaten.

Menutup arahannya, Bupati Ardiansyah menaruh harapan besar pada sinergitas antara DPMD, Pemerintah Desa, hingga Ketua RT. Dengan kepedulian dan verifikasi data yang akurat dari tingkat RT, Pemkab Kutim optimis intervensi pembangunan akan semakin efektif, sehingga tidak ada lagi warga miskin atau anak putus sekolah yang luput dari perhatian pemerintah.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini