Bupati Kutim Instruksikan Percepatan Serapan, Pekerjaan Harus Mulai Februari Tahun Depan

Loading

Inspirasimedia.com,SANGATTA – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutim akan menerapkan langkah percepatan pelaksanaan kegiatan pembangunan mulai tahun depan. Hal ini disampaikannya sebagai respons atas rendahnya serapan anggaran tahun ini yang baru mencapai sekitar 45 persen.

Ardiansyah menjelaskan, rendahnya serapan bukan semata-mata karena keterlambatan dinas dalam menjalankan tugas, tetapi dipengaruhi sejumlah faktor teknis di lapangan. Salah satunya adalah efisiensi anggaran yang terjadi secara tiba-tiba, sehingga pemerintah harus melakukan pergeseran anggaran. Proses pergeseran tersebut memakan waktu cukup panjang karena harus melalui pembahasan hingga batas waktu perubahan anggaran. “Ini yang bikin cukup panjang,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati memastikan bahwa perubahan anggaran sudah rampung sejak Oktober lalu, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat digenjot dalam sisa waktu yang ada. Ia menegaskan, percepatan sangat diperlukan agar serapan anggaran bisa kembali optimal, mengingat waktu berjalan semakin sempit.

Sebagai langkah antisipasi agar permasalahan serupa tidak terulang, Ardiansyah meminta seluruh perangkat daerah mempersiapkan pelaksanaan pekerjaan tahun depan lebih awal. Ia menekankan bahwa kegiatan fisik maupun program harus mulai berjalan sejak Februari, atau paling lambat Maret. “Untuk tahun depan, saya minta itu mulai Februari, paling amat Maret sudah mulai bekerja,” tegasnya.

Bupati menilai percepatan tersebut penting untuk menjamin kelancaran pembangunan daerah serta menghindari potensi terjadinya sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) yang terlalu besar. Meskipun SILPA dianggap bukan masalah selama uangnya tersisa secara riil, ia menegaskan bahwa pelaksanaan program tepat waktu tetap menjadi prioritas pemerintah.

Dengan instruksi ini, Pemkab Kutim berharap seluruh kegiatan di tahun anggaran mendatang dapat berjalan sesuai jadwal dan serapan anggaran bisa lebih maksimal. Ardiansyah meminta setiap dinas melakukan perencanaan lebih matang serta mempercepat proses administrasi agar tidak lagi terhambat oleh dinamika perubahan anggaran, seperti yang terjadi tahun ini. (Adv/Kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini