Serapan Anggaran 45 Persen, Bupati Kutim Evaluasi Ritme Kerja Dinas dan Antisipasi SiLPA

Loading

Inspirasimedia.com,SANGATTA – Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, realisasi serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tercatat baru mencapai angka 45 persen.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengakui bahwa angka ini cukup rendah mengingat waktu efektif pengerjaan proyek dan administrasi tinggal menyisakan hitungan minggu.

Ardiansyah menjelaskan, keterlambatan penyerapan tahun ini dipicu oleh sejumlah faktor teknis di luar dugaan. Kendala tersebut meliputi persoalan dana Treasury Deposit Facility (TDF) yang tidak terbayarkan hingga kebijakan efisiensi anggaran. Situasi ini memaksa pemerintah daerah melakukan pergeseran anggaran yang membutuhkan pembahasan panjang, sehingga APBD Perubahan baru bisa disahkan pada Oktober lalu.

“Proses pergeseran itu panjang pembahasannya, inilah yang membuat waktu kita semakin mepet. Namun, kita tetap berupaya memaksimalkan waktu 1-2 bulan tersisa ini,” ujar Bupati.

Menghadapi sempitnya waktu, Bupati bersikap realistis terhadap potensi munculnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). Ia menegaskan bahwa terjadinya SiLPA bukanlah masalah fatal, selama dana tersebut secara riil tersedia di kas daerah. “Tidak masalah jadi SiLPA, asal uangnya masih ada. Yang bahaya itu jika tercatat SiLPA tapi uangnya tidak ada,” tegasnya
.
Sebagai langkah evaluasi agar situasi “kejar tayang” ini tidak terulang, Ardiansyah telah mengeluarkan instruksi tegas untuk tahun anggaran mendatang. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengubah pola kerja dengan memulai kegiatan lebih awal.

“Saya minta tahun depan, mulai Februari atau paling lambat Maret, semua sudah harus mulai bekerja,” pungkasnya.(Adv/Kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini