DPMD Kutim Tangani Empat Desa Persiapan Pemekaran

Media Media
(Foto: Istimewa)

Loading

Inspirasimedia.com,KUTAI TIMUR — Program prioritas pemekaran desa terus menjadi fokus Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Saat ini terdapat empat desa persiapan yang sedang ditangani, yakni Simbolo, Singakarta, Sangatta Prima, dan Teluk Rawa.

Kepala DPMD Kutim, Basuni, menjelaskan bahwa pemekaran desa merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan, dan mendekatkan pemerintahan kepada masyarakat di tingkat lokal. Setiap desa persiapan mendapatkan pendampingan intensif mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, hingga pembentukan struktur pemerintahan desa.

“Ada empat desa persiapan yang kami tangani: Simbolo, Singakarta, Sangatta Prima, dan Teluk Rawa,” kata Basuni.

Ia menegaskan bahwa masa persiapan pemekaran desa tidak bisa dilakukan secara instan. DPMD menetapkan batas waktu maksimal tiga tahun bagi desa persiapan untuk memenuhi seluruh persyaratan administratif, legal, dan fisik sebelum resmi ditetapkan sebagai desa definitif.

Selama masa persiapan tersebut, berbagai aspek harus dipenuhi sesuai regulasi yang berlaku, mulai dari batas wilayah, jumlah penduduk, sarana prasarana, hingga potensi ekonomi.

“Masa persiapan maksimal tiga tahun sebelum bisa menjadi desa definitif,” ungkap Basuni.

Pendekatan ini dinilai penting agar desa yang nantinya terbentuk memiliki kemampuan untuk mengelola administrasi, anggaran, dan pembangunan secara mandiri sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Basuni juga menegaskan bahwa program pemekaran desa ini menjadi salah satu prioritas DPMD selain pengelolaan Dana RT, peningkatan ekonomi masyarakat, serta penurunan kemiskinan dan stunting.

DPMD Kutim berkomitmen memberikan pendampingan secara menyeluruh agar proses pemekaran berjalan lancar dan desa-desa persiapan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini