Kutim Minta Dukungan Kemensos untuk Wujudkan Sekolah Rakyat

Loading

Inspirasimedia.com, SANGATTA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk menghadirkan pendidikan yang menjangkau kelompok rentan mendapat dukungan federal.

Hal ini terlihat saat Pemkab Kutim melakukan audiensi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) guna membahas rencana pembentukan Sekolah Rakyat (SR).

Dalam audiensi tersebut, Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim, Sudirman Latif, mewakili Bupati Kutim. Ia hadir bersama jajaran perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan perencanaan dan penyiapan fasilitas, seperti Dinas Sosial Provinsi Kaltim, Dinsos Kutim, Dinas Pertanahan Kutim, Disdikbud Kutim, BPKAD, Bappeda, Disperkim, dan DPMPTSP.

Rombongan diterima Kepala Biro Umum Kemensos RI, Shalahuddin Yahya, beserta tim teknis kementerian. Pada kesempatan itu, Pemkab Kutim menyerahkan proposal resmi Sekolah Rakyat sebagai bagian dari proses pengusulan program.

Kemensos memberikan sejumlah catatan dan arahan teknis, terutama mengenai model kelembagaan, standar infrastruktur, pengelolaan aset daerah, serta integrasi program pemberdayaan sosial.

Arahan tersebut disampaikan sebagai pedoman untuk memastikan program berjalan sesuai regulasi nasional.

Sudirman Latif mengatakan bahwa Pemkab Kutim terbuka terhadap seluruh masukan yang diberikan.

Menurutnya, konsep Sekolah Rakyat di Kutim harus disusun secara matang mengingat program ini diarahkan untuk menjawab persoalan akses pendidikan di wilayah pedalaman.

“Sekolah Rakyat akan menjadi sarana pendidikan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Karena itu, penyusunannya harus terencana dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh hasil audiensi akan disampaikan kepada Bupati Kutim untuk menjadi dasar keputusan dan langkah lanjutan pemerintah daerah.

Rencana pendirian Sekolah Rakyat dinilai sebagai terobosan untuk memperluas layanan pendidikan nonformal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal, terutama di daerah yang masih sulit dijangkau fasilitas pendidikan formal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini