Bunda PAUD Kutim Akui MPLS Penting untuk Tumbuhkan Semangat Belajar Anak

Loading

SANGATTA — Bunda PAUD Kutai Timur (Kutim), Siti Robiah mengaku bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan orientasi.

Menurutnya, MPLS merupakan gerbang awal dalam menumbuhkan semangat belajar anak serta membentuk hubungan sehat antara siswa, guru, dan lingkungan sekolah.

“MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah titik awal penting dalam menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar anak. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang membuat mereka betah,” ujarnya saat membuka MPLS di SDN 007 Sangatta Utara, Senin (14/7/2025).

Siti Robiah menyebut momen ini sebagai fondasi penting dalam pembentukan karakter, kebiasaan sehat, dan kesadaran belajar sejak dini.

Ia juga menekankan pentingnya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk mendukung pertumbuhan psikologis anak.

“Jika lingkungan sekolah tidak nyaman dan menyenangkan, maka anak-anak akan merasa enggan datang ke sekolah. Sekolah harus menjadi tempat yang membuat mereka merasa diterima, dihargai, dan ingin belajar,” tegasnya.

Dalam kegiatan itu, ia turut memperkenalkan konsep tujuh kebiasaan sehat yang ditanamkan kepada peserta didik selama MPLS. Kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah sesuai agama, berolahraga, makan bergizi, gemar belajar, bersosialisasi, dan tidur lebih awal.

“Melalui MPLS, mari kita tumbuhkan tujuh kebiasaan sehat pada anak-anak kita. Ini adalah fondasi penting untuk tumbuh kembang mereka, baik secara jasmani maupun rohani,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono mengatakan bahwa Pemkab Kutim sedang menyiapkan bantuan berupa alat tulis dan pakaian sekolah bagi siswa baru.

Saat ini, sekolah-sekolah sedang mengumpulkan data teknis seperti ukuran seragam dan tas, sambil menunggu penyesuaian anggaran.

Ia juga merinci pelaksanaan MPLS berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk PAUD serta SD kelas 1 dan 2 dilaksanakan selama lima hari (14–18 Juli 2025), sedangkan untuk SD kelas 3 hingga 6 dan seluruh SMP berlangsung selama tiga hari (14–16 Juli 2025).

Menurut Mulyono, MPLS menjadi jembatan awal sebelum proses pembelajaran dimulai. Tujuannya adalah memperkenalkan lingkungan sekolah, menanamkan nilai dasar, serta membentuk kesiapan mental siswa.

“MPLS dikemas melalui metode menyenangkan seperti permainan edukatif, dongeng, diskusi ringan, dan latihan kerja sama tim. Ini mendorong anak untuk berani berinteraksi dan bersosialisasi,” terangnya.

Ia menambahkan, pendekatan MPLS tahun ini menunjukkan komitmen Pemkab Kutim dalam menciptakan proses pendidikan yang berakar pada kenyamanan, kesehatan, dan kesadaran siswa. (B/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini