UKW AJKT 2025 Sukses Lahirkan 28 Wartawan Kompeten di Kalimantan Timur
![]()
Inspirasimedia.com, SANGATTA – Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT) berkolaborasi dengan Solopos berhasil menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 2025 dengan pencapaian luar biasa. Seluruh 28 peserta yang mengikuti kegiatan dua hari di Teras Belad Sangatta dinyatakan kompeten pada berbagai jenjang kompetensi.
Komposisi peserta UKW terdiri dari 26 wartawan yang berasal dari Kutai Timur, satu wartawan dari Bontang, dan satu wartawan dari Tenggarong. Keseluruhan peserta berhasil meraih sertifikat kompeten pada tingkatan Muda, Madya, dan Utama sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Proses ujian melibatkan 11 mata uji komprehensif yang mencakup berbagai aspek jurnalistik modern. Materi yang diujikan meliputi penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), perencanaan pemberitaan di platform digital, perancangan kanal berita, membangun jejaring, serta penyusunan Term of Reference (ToR) liputan investigasi. Khusus untuk jenjang Madya, peserta diuji kemampuan penulisan feature, sedangkan jenjang Utama fokus pada penulisan tajuk.
Maulana, salah satu peserta yang berhasil lulus, mengaku sempat merasakan kekhawatiran menjelang ujian. Ia bahkan meluangkan waktu malam hari sebelum tes untuk mengulang materi kode etik dan teknik menulis berita.
“Begitu diumumkan kompeten, semua lelah langsung hilang,” ungkapnya dengan perasaan lega.
Anton Wahyu, perwakilan dari Solopos, menekankan pentingnya keberadaan wartawan kompeten sebagai aset berharga bagi pembangunan daerah dalam acara penutupan UKW. Pandangan serupa disampaikan Ketua AJKT Kutim, Raymond Chaoda, yang memandang kesuksesan penyelenggaraan UKW sebagai kontribusi nyata dalam menjaga kehormatan profesi wartawan.
“Ini bukan hanya soal ujian, tetapi tentang martabat profesi,” tegas Raymond.
Acara penutupan UKW dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H Siburian, yang memberikan pesan motivasi kepada para wartawan yang telah meraih sertifikat kompeten. Ia mengingatkan bahwa pencapaian status kompeten bukanlah titik akhir, melainkan awal dari perjalanan profesional yang berkelanjutan.
“Kompetensi bukan garis akhir, melainkan perjalanan panjang untuk terus mengasah keterampilan dan memperkuat integritas,” katanya.(*)



Tinggalkan Balasan