Peringati Hari Tari Sedunia, Kutim Gelar Project Sapa Budaya

Loading

INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA -Dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia 2024, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyelenggarakan acara istimewa bertajuk Project Sapa Budaya. Acara yang berlangsung pada Kamis, 23 Mei 2024, dari pukul 08.00 hingga 13.00 ini, diinisiasi oleh Komunitas SUKMA dengan menggandeng Forum Dance Tradisional Kutai Timur dan Sanggar Kegiatan Anak Indonesia (SKAI).

Project Sapa Budaya bertujuan untuk mengenalkan kebudayaan daerah kepada masyarakat, khususnya anak-anak, serta menumbuhkan rasa cinta kepada Tanah Air sejak dini. “Menyelami Kebudayaan Magic Land Kutai Timur” menjadi tema utama kegiatan ini, mencerminkan keinginan untuk menggali dan memperkenalkan kekayaan budaya Kutai Timur kepada generasi muda.

Acara dibuka oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, yang memberikan sambutan inspiratif tentang pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah. “Mengenalkan budaya pada anak sejak dini sangatlah penting. Ketika anak telah mengenal budaya daerahnya, mereka diharapkan bisa berpartisipasi melestarikan kebudayaan daerah dan mampu menghadapi benturan konflik sosial akibat perbedaan sedini mungkin,” ujar Ardiansyah.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan edukasi materi kebudayaan oleh Duta Budaya Kabupaten Kutai Timur 2022 Handi Wijaya. Dilanjutkan dengan edukasi pengenalan tari daerah yang dipandu oleh Forum Dance Tradisional Kutai Timur, yang berhasil memukau peserta dengan penampilan tari yang mempesona.

Talkshow interaktif menjadi salah satu sorotan, di mana para peserta, yang terdiri dari anak-anak dan orang tua, aktif bertanya dan berdiskusi tentang kebudayaan daerah. Selain itu, seluruh kegiatan diimbangi dengan bahasa isyarat oleh Ibu Arum, Ketua Komunitas Sunyi Bermakna, untuk memastikan teman-teman tunarungu dapat mengikuti acara dengan baik.

Total 77 peserta hadir dalam kegiatan ini, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat lebih mengenal dan mencintai kebudayaan daerahnya. “Dari hasil survei yang kami lakukan, ternyata masih banyak anak-anak yang belum mengetahui kebudayaan daerahnya. Oleh karena itu, kami ingin membantu dan mengedukasi anak-anak terkait kebudayaan yang kita miliki,” ujar salah satu panitia.

Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa depan dengan dukungan pemerintah, stakeholder, dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ruang-ruang yang ramah anak dan ramah disabilitas, serta meningkatkan literasi kebudayaan di Kabupaten Kutai Timur. Project Sapa Budaya menjadi bukti nyata bahwa cinta budaya bisa ditanamkan sejak dini, menuju masa depan yang lebih toleran dan menghargai keberagaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini