Warga Kutim Dapat Tukar Dua Tabung LPG 3 Kg dengan Bright Gas 5,5 Kg Cuma Rp115.000
![]()
Inspirasimedia.com, SANGATTA – Warga Kutai Timur kini memiliki kesempatan untuk menukarkan dua tabung LPG 3 kilogram dengan satu tabung Bright Gas 5,5 kilogram lengkap dengan isinya, cukup dengan membayar Rp115.000.
Inisiatif ini lahir dari kolaborasi antara PT Pertamina Patra Niaga dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim.
Achmad Donny Efendi, Pengawas Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kutim, menjelaskan bahwa program ini ditujukan untuk masyarakat menengah ke atas agar beralih dari LPG bersubsidi menuju non-subsidi.
Kebijakan ini diambil sebagai solusi mengatasi persoalan kelangkaan, antrian panjang, dan fluktuasi harga LPG 3 kg di pasar.
“Selama ini, permasalahan LPG 3 kilogram selalu berulang, mulai dari stok yang terbatas hingga harga yang tidak stabil. Karena itu, kami dorong masyarakat yang mampu, termasuk pelaku UMKM dengan omzet besar, agar beralih ke Bright Gas 5,5 kilogram,” jelas Donny.
Donny menekankan bahwa LPG bersubsidi seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Sedangkan pelaku usaha kecil seperti pedagang bakso yang konsumsi gasnya tinggi, sebaiknya beralih ke tabung non-subsidi.
Menurut pengamatannya, penggunaan Bright Gas 5,5 kg lebih efektif dan hemat. Sekali pengisian dengan harga Rp115.000 dapat bertahan untuk periode yang lebih lama, bahkan sampai satu bulan. Sementara harga LPG 3 kg di pasar dapat mencapai Rp30.000 hingga Rp40.000 per tabung.
Fatchurrohim, Checker Pertamina Patra Niaga, menambahkan bahwa pada hari perdana program ini disiapkan 110 tabung Bright Gas 5,5 kg dan sejumlah tabung LPG 12 kg.
Masyarakat cukup membawa dua tabung LPG 3 kg kosong dan membayar Rp115.000 untuk memperoleh satu tabung Bright Gas 5,5 kg beserta isinya.
“Program ini memberikan tabung baru secara gratis, masyarakat hanya membayar isi gasnya. Sementara untuk LPG 12 kg, kami hanya menyediakan layanan isi ulang, belum masuk dalam program tukar tabung,” terangnya.
Salah seorang warga, Deraianti, memberikan respons positif terhadap program tersebut. Ia mengaku mengalami kesulitan memperoleh LPG 3 kg belakangan ini.
“Program ini sangat membantu. Sekarang gas 3 kg sudah langka, jadi saya bersyukur bisa pakai yang 5,5 kg karena lebih mudah didapat,” ujarnya.(*).



Tinggalkan Balasan