PAMA Melakukan Pendampingan Pembuatan Probiotik Perikanan, Dorongan Baru bagi UMKM di Kutim

Loading

INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Dalam upaya mendukung pengembangan sektor perikanan air tawar di wilayah Sangatta dan Bengalon, Yayasan Dharma Bhakti Astra bersama PT Pamapersada Nusantara site KPC Coal Mining Project melalui LPB Pama Banua Etam, melaksanakan kegiatan pendampingan pembuatan probiotik perikanan.

Kegiatan yang diadakan pada 17 Mei 2024, ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ikan bagi Usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan, sekaligus membantu mereka untuk bisa menjalankan usaha secara mandiri.

Kegiatan pendampingan ini dipandu oleh Dosen Program Studi Perikanan Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur (Kutim), Imanuddin Malik yang dikenal berpengalaman dalam bidang perikanan. Imanuddin memaparkan materi mengenai kebutuhan pokok dan tambahan yang diperlukan ikan air tawar.

Ia menjelaskan, pentingnya probiotik dalam proses budidaya ikan. “Mengingat mikroba menguntungkan seperti Lactobacillus, Carnobacterium, Bacillus, dan Pseudomonas dapat membantu menguraikan sisa pakan, senyawa organik terlarut serta kotoran ikan,” kata Imanuddin.

Setelah sesi penjelasan, para peserta dari UMKM binaan PT Pamapersada Nusantara diajak langsung untuk praktek membuat probiotik menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah didapat seperti daun pepaya, gula merah, dedak, dan EM4 khusus perikanan.

Dengan antusias, peserta mengolah bahan-bahan tersebut hingga siap difermentasi selama 4-5 hari. “Proses fermentasi ini menghasilkan aroma khas seperti ubi yang sudah difermentasi, menandakan bahwa probiotik siap digunakan,” tambah Imanuddin yang juga sebagai Wakil Ketua III STIPER Kutim tersebut.

Sementara itu, perwakilan CSR PAMA Area KPC Coal Mining Project, I. Pardede mengatakan bahwa kegiatan tersebut, selain memberi wawasan baru tentang teknik budidaya yang lebih ramah lingkungan dan efisien, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong UMKM binaan “naik kelas”.

Diharapkan, dengan kemampuan baru dalam membuat probiotik sendiri, para pelaku usaha dapat meningkatkan hasil produksi ikan air tawar mereka, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka (UMKM).

“Dengan adanya pendampingan ini, kami berharap UMKM binaan tidak hanya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ikan, tetapi juga mampu menjalankan usaha mereka secara lebih mandiri dan berkelanjutan,” harap I. Pardede.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka menyadari bahwa penggunaan probiotik bukan hanya solusi untuk masalah limbah pakan dan kotoran, tetapi juga kunci untuk meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan ikan.

“Ini adalah langkah besar bagi UMKM di Kutim untuk berkembang lebih jauh dalam industri perikanan air tawar,” tambahnya.

Menurut I. Pardede, kegiatan tersebut menunjukkan komitmen nyata dari Yayasan Dharma Bhakti Astra dan PT Pamapersada Nusantara dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui sektor perikanan.

Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan UMKM binaan di Kutim dapat terus berkembang dan berkontribusi pada perekonomian daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini