Peningkatan Produktivitas Usaha Peternakan di Kutim Melalui Kolaborasi Berhasil
![]()
INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Usaha peternakan di Kutai Timur (Kutim) mengalami lonjakan produktivitas yang signifikan berkat upaya kolaborasi yang dilakukan antara PT Pama Persada Nusantara, Yayasan Dharma Bhakti Astra, dan LPB Pama Banua Etam.
Perwakilan CSR PT Pamapersada Nusantara Area KPC Coal Mining Project, I.Pardede mengaku bahwa kolaborasi ini berhasil memetakan dan membina sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) peternakan yang memiliki potensi besar untuk berkembang.
Salah satu fokus utama dari program ini adalah meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ternak, yang seringkali menjadi tantangan besar bagi peternak di daerah ini. “Meski dalam mengelola kandang dan penyediaan pakan, kegagalan seringkali mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi pada ternak,” katanya.
Oleh karena itu, kata I. Pardede, melalui pendekatan teknis, manajerial, dan pemasaran yang holistik, program ini berusaha memberikan dukungan menyeluruh kepada peternak untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha mereka.
Salah satu contoh keberhasilan kolaborasi ini adalah kunjungan Benchmark dan studi bisnis yang dilakukan oleh tiga peternak binaan Astra ke peternak mandiri CV Mulya Inti Sukses di Desa Sangatta Selatan.
“Peternak mandiri ini, yang telah menerapkan manajemen usaha yang terstruktur dengan baik, menjadi inspirasi bagi peternak lainnya dalam memperbaiki praktik mereka,” terang I. Pardede.
Pemilik CV Mulya Inti Sukses, Widodo menyampaikan pentingnya manajemen yang baik dalam usaha peternakan. Menurutnya, manajemen kandang ternak, pemilihan bibit, dan strategi pemasaran merupakan pilar-pilar penting yang harus diperhatikan oleh setiap peternak.
Pengalaman Widodo dalam mengelola usaha peternakan memberikan gambaran bahwa dengan tenaga kerja yang ulet dan semangat untuk terus belajar, usaha peternakan dapat berhasil mengatasi berbagai tantangan.
“Manajemen usaha yang dibangun di usaha peternakan juga perlu terus diperbaiki standarnya sebab setiap tahapan usaha pasti selalu memiliki masalah dan bagi peternak harus melihatnya sebagai peluang yang baik untuk mengembangkan usaha” kata Widodo.
Selain itu, kolaborasi ini juga menyoroti persiapan penting dalam pemasaran ternak menjelang hari raya Idul Adha. Diskusi tentang strategi pengiriman ternak yang efisien dan pelayanan yang baik kepada calon pembeli menjadi fokus utama dalam memastikan keberhasilan penjualan dan kepuasan pelanggan.
Dengan demikian, kolaborasi antara perusahaan, yayasan, dan lembaga pengembangan bisnis ini membawa dampak positif yang signifikan bagi pengembangan usaha peternakan di Kutai Timur. Diharapkan, langkah-langkah ini akan terus memberikan dorongan bagi peternak untuk meningkatkan kualitas usaha mereka dan mencapai kesuksesan yang lebih besar di masa depan.



Tinggalkan Balasan