Inovasi Baru, UMKM Kutim Berhasil Kembangkan Pakan Ikan Apung Berkualitas Tinggi
![]()
INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Sebuah terobosan baru di sektor perikanan sedang berlangsung di Kutai Timur (Kutim). Dalam upaya meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi pakan ikan, Yayasan Dharma Bhakti Astra dan PT Pamapersada Nusantara site KPC Coal Mining Project, melalui Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Banua Etam, menyelenggarakan pendampingan inovatif bagi enam UMKM binaan mereka.
Program pendampingan ini merupakan bagian lanjutan dari Pelatihan Pengembangan Pakan Ikan Air Tawar. Dengan dipandu oleh Imannudin, dosen dari Program Studi Perikanan Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutim, UMKM ini tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan pakan ikan yang dapat mengapung di air.
Kegiatan dimulai dengan sesi teori di mana Imannudin memperkenalkan metode Pearson Square. Metode ini digunakan untuk menghitung kandungan nutrisi yang tepat dalam pakan ikan, sesuai dengan kebutuhan spesifik yang diinginkan oleh para UMKM. “Penggunaan metode Pearson Square membantu kita memastikan bahwa setiap pelet yang dibuat memiliki kandungan nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan ikan,” ujar Imannudin.
Setelah sesi teori, para peserta beralih ke praktik. Dengan memanfaatkan bahan baku lokal seperti bungkil sawit, dedak, tepung ikan, dan tepung tapioka sebagai bahan pengikat, mereka memulai proses pembuatan pakan. Semua bahan dihaluskan dan dicampur hingga homogen, sebelum dimasukkan ke mesin pencetak pelet apung. “Hasilnya adalah pelet-pelet kecil yang dapat mengapung di atas air, menjadikannya lebih efisien dan menarik bagi ikan,” sambung Imanuddin Malik.

Menurut Imanuddin Inovasi ini bukan hanya tentang teknologi dan metode baru, tetapi juga tentang pemberdayaan ekonomi lokal. “Kualitas pakan ikan yang dihasilkan ini jauh lebih baik dibandingkan pakan konvensional. Dengan kebutuhan pasar yang terus meningkat, ini adalah peluang besar bagi UMKM untuk berkembang,” katanya.
Para UMKM peserta merasakan langsung manfaat dari program ini. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga melihat potensi pasar yang menjanjikan. “Kami sangat terbantu dengan pelatihan dan pendampingan ini. Kami sekarang memiliki produk pakan ikan yang berkualitas tinggi, yang tentunya akan meningkatkan daya saing kami di pasar,” ujar salah satu peserta.
Sementara itu, perwakian CSR PT Pamapersada Nusantara site KPC Coal Mining Project, I. Pardede menyebut bahwa kegiatan pendampingan ini merupakan bukti nyata kolaborasi yang efektif antara lembaga pendidikan, korporasi, dan UMKM dalam menciptakan solusi inovatif yang berdampak positif bagi perekonomian lokal.
“Dengan keberhasilan ini, diharapkan pakan ikan apung produksi UMKM binaan LPB Pama Banua Etam dapat terus berkembang dan memenuhi kebutuhan pasar yang semakin besar,” harapnya.
Menurut I. Pardede, langkah ini menunjukkan bahwa inovasi dan kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi tantangan dan membuka peluang baru di sektor perikanan, khususnya bagi para pelaku UMKM di daerah.



Tinggalkan Balasan