Operasi Mantap Praja Mahakam 2024, 1.916 Personel Disiagakan Amankan Pilkada Kutim

oplus_1024

Loading

INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Memasuki era Pilkada Serentak 2024, Polres Kutai Timur (Kutim) tidak hanya fokus pada pengamanan fisik, tetapi juga bersiap menghadapi tantangan baru di era digital.

Operasi Mantap Praja Mahakam 2024 yang dimulai sejak 26 Agustus hingga 16 Desember 2024, mengedepankan kesiapsiagaan yang komprehensif, melibatkan 1.916 personel untuk mengamankan 701 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Kabupaten Kutim.

Dalam Latihan Pra Operasi yang digelar di Mapolres Kutim pada Jumat (23/08/2024), Kapolres Kutim AKBP Chandra Hermawan menegaskan bahwa pengamanan Pilkada tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kami tidak hanya mempersiapkan personel di lapangan, tetapi juga strategi pengamanan dunia maya. Di era digital ini, keamanan informasi menjadi sama pentingnya dengan keamanan fisik,” ujarnya.

Operasi ini tidak hanya melibatkan 413 personel Polri, 100 personel TNI, dan 1.403 personel Linmas, tetapi juga dukungan dari tim siber yang bertugas untuk memantau potensi ancaman di media sosial dan penyebaran informasi yang menyesatkan.

Ini merupakan langkah antisipatif terhadap ancaman digital seperti hoaks, politik identitas, dan serangan siber yang dapat mengganggu stabilitas daerah selama Pilkada.

Dalam simulasi yang dilakukan, para personel tidak hanya menjalani skenario pengamanan konvensional, tetapi juga dilatih untuk merespons cepat situasi darurat yang berkaitan dengan penyebaran hoaks.

“Kami mengedepankan sinergi antara Polri, TNI, dan stakeholder lainnya, termasuk dalam menghadapi ancaman di dunia maya,” tambah Chandra.

Tak hanya itu, Kapolres Kutim juga menyoroti pentingnya netralitas dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas. “Personel kami dibekali dengan pelatihan komunikasi publik yang baik, untuk mencegah dan mengatasi polarisasi di masyarakat. Dengan pendekatan ini, kami berharap dapat menjaga ketenangan dan kepercayaan masyarakat selama seluruh proses Pilkada,” lanjutnya.

Dengan durasi operasi yang mencapai 126 hari, AKBP Chandra Hermawan berharap bahwa persiapan matang ini akan memastikan bahwa Pilkada Serentak 2024 di Kutim berjalan dengan aman, lancar, dan transparan, baik secara fisik maupun digital.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keamanan tidak hanya tentang jumlah personel di lapangan, tetapi juga tentang kesiapan dalam menghadapi setiap ancaman, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi,” tutupnya.

Operasi Mantap Praja Mahakam 2024 pun menjadi bukti bahwa di era digital ini, pengamanan Pilkada tidak lagi hanya tentang menjaga bilik suara, tetapi juga tentang memastikan bahwa suara rakyat tidak terganggu oleh ancaman digital. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini