Revitalisasi Pasar Pagi Menuju Penyelesaian, Pemkot Tegas Larang Praktik Makelar dalam Relokasi Pedagang
![]()
Inspirasimedia.com, SAMARINDA – Pembangunan revitalisasi Pasar Pagi yang kini mendekati tahap final memberikan harapan baru bagi para pedagang lama yang telah menanti kepastian untuk kembali beraktivitas di tempat asalnya.
Namun dalam prosesnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan tidak boleh ada praktik makelar lapak dalam proses perpindahan pedagang ke Pasar Pagi. Hal ini disampaikan langsung oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, yang menekankan pentingnya keadilan dan transparansi dalam distribusi lapak bagi para pedagang.
“Pedagang yang terdata saat ini sekitar 2.588 orang, dan itu tidak boleh bertambah. Kalau ada yang bertambah, berarti ada yang bermasalah. Tidak boleh ada makelar lapak, saya kunci itu,” tegas Marnabas belum lama ini.
Ia menambahkan bahwa sebelum seluruh pedagang yang sudah terdata mendapatkan tempat, tidak diperbolehkan adanya pedagang baru yang masuk. “Kecuali semua sudah dapat tempat, baru boleh yang lain masuk,” lanjutnya.
Dalam proses relokasi mendatang, Marnabas juga menolak skema pemindahan secara bertahap. Ia menyatakan lebih memilih relokasi dilakukan sekaligus agar tidak menimbulkan kecemburuan antarpedagang.
“Ada yang minta pindah bertahap, tapi saya tidak mau. Kita pindahkan sekaligus saja, jadi tidak ada kecemburuan. Setelah itu baru kita bergerak ke pasar lain,” jelasnya.
Sebagai informasi, progres pembangunan tahap kedua Pasar Pagi telah mencapai 70 persen per 20 Juli 2025. Fokus pengerjaan saat ini adalah instalasi sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP), termasuk instalasi IPAL dan sistem penanganan kebakaran.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, sebelumnya juga telah meninjau langsung progres proyek tersebut pada Jumat (25/7/2025). Ia berharap pekerjaan bisa rampung pada akhir September 2025.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda, Desy Damayanti, menuturkan bahwa struktur bangunan utama telah selesai sejak tahap pertama. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian interior dan eksterior, termasuk area parkir yang nantinya mampu menampung 709 sepeda motor dan 105 mobil.
Desy menambahkan, sebelum diresmikan, bangunan akan melewati proses commissioning untuk memastikan kualitas dan kelayakannya. “Di awal September sudah ada IPAL dan MEP, termasuk sistem penanganan kebakaran. Nanti akan kita ujikan lewat commissioning,” pungkas Desy.(*).



Tinggalkan Balasan